Avnos Pindahkan Kantor Pusat Asia Pasifik ke Indonesia

Avnos memindahkan kantor pusat Asia Pasifiknya ke Indonesia setelah mendapatkan suntikan dana US$10 juta.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 26 April 2019  |  10:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Avnos memindahkan kantor pusat Asia Pasifiknya ke Indonesia setelah mendapatkan suntikan dana US$10 juta.

Perusahaan rintisan (startup) di bidang keamanan siber ini sebelumnya berkantor di Singapura. CEO & Co-Founder Avnos Ivan Goh menjelaskan pemindahan kantor dilakukan setelah mendapatkan suntikan dana dari berbagai investor di Indonesia.

Ivan menjelaskan fokus awal Avnos adalah menggenjot investasi serta mengembangkan pusat penelitian dan pengembangan di Jakarta. Selain itu, Avnos pun meningkatkan jumlah tenaga ahli dari Indonesia seiring dengan perpindahan kantornya.

"Avnos sebagai software enterprise sangat antusias menjadi bagian dari komunitas startup Indonesia yang sedang berkembang, dan pemindahan kantor pusat Asia Pasifik ke Indonesia memiliki andil besar dalam mencapai visi besar kami untuk pasar Asia Pasifik," ujar Ivan pada Kamis (25/04/2019).

Dia menjelaskan sebagai perusahaan rintisan baru di Indonesia pihaknya menargetkan pertumbuhan tinggi pada tahun ini, sekitar 700 persen hingga 800 persen. Adapun, pada 2018 perusahaan mencatatkan pertumbuhan sekitar 400%.

Menurut Ivan, Avnos memiliki klien dari berbagai lini seperti perusahaan layanan keuangan, perusahaan teknologi finansial, instansi pemerintahan, hingga perusahaan berskala besar.

Perekonomian Indonesia yang dinilai terus tumbuh membuat Ivan optimistis perpindahan kantor ke Indonesia akan menggenjot kinerja Avnos, baik di Indonesia maupun untuk Avnos secara global.

Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Direktorat Jenderal Pajak Iwan Djuniardi menjelaskan pihaknya menyambut baik perpindahan kantor pusat Avnos.

Dia pun menyampaikan kebijakan perpajakan untuk perusahaan rintisan yang berlaku saat ini kondusif bagi perusahaan untuk tumbuh. Iwan pun berharap akan lebih banyak investor yang menyuntikkan modal untuk perusahaan rintisan asal Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, serangan siber

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup