Qualcomm Gelar Forum Internet of Things di Jakarta

Nilai pasar IoT di Indonesia diperkirakan mencapai US$30 miliar atau setara dengan Rp444 triliun.
Leo Dwi Jatmiko | 23 April 2019 10:11 WIB
Pengguna sedang mencoba teknologi pengisian daya cepat Quick Charge 4 besutan Qualcomm di Kerry Hotel, Hong Kong, Selasa (23/10). - Bisnis/Rivki Maulana

Bisnis.com, JAKARTA — Qualcomm Technologies menggelar Qualcom Invention Forum: Era of of Smart and and Connected Industries di Jakarta, sebuah forum untuk memaparkan beragam aplikasi internet of things.

Forum diskusi yang terdiri dari para pengembang, integrator sistem, dan operator seluler ini diharapkan agar menjadi pendorong bagi persiapan Indonesia menuju 5G sekaligus untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mewujudkan inisiatif Making Indonesia 4.0.

Shannedy Ong, Senior Director of Business Development untuk Qualcomm International mengatakan Qualcomm Technologies telah memainkan peran penting dalam teknologi nirkabel selama beberapa dekade.  Dengan peluncuran 5G pada tahun 2019, sambungnya, Qualcomm akan membuka era besar berikutnya yaitu era penemuan.

"Teknologi kami akan mendorong perkembangan pesat tidak hanya bagi produk baru, tetapi juga industri baru termasuk otomotif, IoT, komputasi, jaringan dan lainnya," kata Shannedy di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Sementara itu, Andri Yadi, Wakil Ketua Umum Asosiasi IoT mengatakan nilai pasar IoT di Indonesia diperkirakan mencapai US$30 miliar atau setara dengan Rp444 triliun dengan lebih dari 400 juta sensor terhubung yang dipasang di berbagai industri terkait pada 2022. "Dari survei internal kami 96% respoden kami percaya bahwa industri lokal dapat menghasilkan perangkat keras IoT seperti sensor, card interfaces, antena, pengontrol mini, dan smart meter," kata Andri.

Kemudian, Sudeepto Roy, Vice President of Engineering untuk Qualcomm Incoporated, mengatakan ketersedian konektivitas ditenagai oleh terobosan teknologi seperti 5G, komputasi hemat baterai, dan keamanan sekelas telepon seluler adalah unsur penting dari perangkat IoT generasi selanjutnya.

"Dikombinasikan dengan perangkat lunak dan platform data yang dapat diandalkan, konektifitas yang kuat, dan model bisnis yang inovatif," kata Sudeepto. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Internet of Things

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup