Setengah Transaksi Go-Pay di Luar Aplikasi Gojek

Pertumbuhan transaksi Gopay di luar layanan Gojek naik 25 kali lipat sejak diperkenalkan.
Deandra Syarizka | 15 April 2019 16:20 WIB
Seorang pelanggan menggunakan Go-Pay untuk berbelanja buah di Pasar Modern Town Market, Kota Tangerang pada Kamis (4/4/2019). - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko

Bisnis.com, JAKARTA - CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo menyatakan, bermula dari ekosistem Gojek, kini pembayaran melalui Go-Pay berkembang ke luar aplikasi.  Komposisi transaksi Go-Pay pun kini seimbang 50:50 antara  aplikasi dan di luar aplikasi.

Menurutnya, pertumbuhan transaksi Gopay di luar layanan Gojek naik 25 kali lipat sejak diperkenalkan. Saat ini, dia menyebut Go-Pay  telah bermitra dengan 28 institusi keuangan, serta telah diterima di lebih ratusan ribu rekan usaha di 370 kota di Indonesia.

“Saya melihat ke depannya tekfin akan merambah ke orang-orang yang tidak punya akses keuangan secara formal. Di Go-Pay sendiri kami sudah memulainya dan fokus menggarap potensi mikro,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (10/4/2019).

Lebih lanjut dia menyatakan, sekitar 80% penjual mitra Go-Food merupakan UMKM. Pihaknya pun berupaya membantu meningkatkan penjualan UMKM dengan menjadi bagian dari ekosistem Go-Pay. Dengan demikian, mitra UMKM berhak mendapatkan promosi gratis dari Gojek.

Aldi mengungkapkan bahwa kemitraan Go-Pay dengan UMKM dan pemanfaatan dompet digital tersebut untuk mengelola dana bersama oleh peserta Arisan Mapan membuat daya jangkaunya kini telah melampaui aplikasi Gojek yang baru beroperasi di skeitar 204 kota.

“Kami juga mengadakan Go-Food festival, dimana kita menyewakan tempat dan penjual datang dengan sistem bagi hasil. Pembayaran menggunakan Go-Pay, sehingga ada jaminan uangnya hilang. Jadi mereka yang ahli masak biar fokus masak. Kami membantu dari sisi infrastuktur keuangannya,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gojek, fintech

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top