Tiga Vertikal Ini Berpeluang Lahirkan Unicorn Baru

Indonesia berpeluang mendapatkan 2—3 unicorn baru dalam 2 tahun mendatang.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  19:01 WIB
Tiga Vertikal Ini Berpeluang Lahirkan Unicorn Baru
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignasius Untung S. - Bisinis/idea.or.id

Bisnis.com, JAKARTA — Paling tidak dua perusahaan rintisan asal Indonesia berpeluang menembus valuasi US$1 miliar dalam 2 tahun ke depan. Industri dagang-el bakal masih jadi sektor yang paling berpeluang menghasilkan unicorn baru.

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung memprediksi Indonesia berpeluang mendapatkan 2—3 unicorn baru dalam 2 tahun mendatang. Dari sejumlah sektor, dia menilai dagang-el menjadi salah satu sektor yang paling berpeluang menjadi unicorn, selama memenuhi tiga syarat yaitu transaksi besar, frekuensi transaksi cukup sering, serta memiliki jangkauan konsumen yang besar.

"Marketplace bisa menjadi unicorn, cuma saya melihat yang jadi unicorn itu yang existing player, bukan yang baru. Kalau benar-benar baru dari nol, terus jadi unicorn, itu harus melewati yang 10 [marketplace] ini dulu, yang 10 ini saja baru dua yang jadi unicorn," ujarnya.

Selain platform dagang-el, dia juga menilai perusahaan rintisan di bidang layanan tiket juga berpeluang menjadi unicorn. Terlebih bila mengingat kebiasaan generasi milenial yang senang bepergian.

Dia juga menyebut perusahaan rintisan di bidang dompet digital yang memiliki pertumbuhan cukup tinggi juga memiliki peluang menjadi unicorn. Adapun saat ini, baru terdapat empat unicorn di Tanah Air yaitu Gojek, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia.

 "Kalau lihat dari frekuensi [transaksi] memenuhi syarat, volume transaksi lumayan totalnya besar dan coverage audiensnya lumayan besar juga” ujarnya.

Baru-baru ini, manajemen Tiket.com, perusahaan penyedia jasa pembelian tiket, mengaku tengah bersiap-siap menjadi unicorn kelima di Indonesia pada tahun ini. Berdasarkan catatan Bisnis, perkembangan pesat yang dialami Tiket.com terjadi pasca diakusisi oleh Blibli pada 2017 lalu.

Selain terjadi pelonjakan jumlah transaksi setiap harinya, perusahaan yang semula memiliki karyawan sekitar 200 orang itu kini telah memiliki karyawan hingga 700 orang. Pada tahun ini, Tiket.com membidik pertumbuhan transaksi hingga 350%, atau setara dengan 122.500 transaksi setiap harinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, Unicorn

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top