Prediksi Kecanggihan Ponsel Pintar Versi Vivo pada 2019

Ponsel telah mengalami evolusi seiring perkembangan zaman. Perangkat mungil yang ada di saku pun telah menjadi lebih dari sekadar perangkat komunikasi.
Fitri Sartina Dewi | 02 Februari 2019 11:21 WIB
Smartphone Vivo - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ponsel telah mengalami evolusi seiring perkembangan zaman. Perangkat mungil yang ada di saku pun telah menjadi lebih dari sekadar perangkat komunikasi.

Smartphone telah menjadi pendamping digital bagi penggunanya untuk mengekspresikan diri melalui kata-kata, gambar, dan video. Vivo pun memprediksi beberapa tren yang akan ramai di industri smartphone pada tahun ini.

Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia menyatakan dalam perjalanannya rangkaian teknologi vivo mulai dari kamera hingga pengembangan kecerdasan buatan adalah untuk memberikan inovasi terbaik yang dapat menjawab kebutuhan konsumen yang modern dan dinamis.

“Vivo akan terus memaksimalkan teknologi, baik di sisi hardware atau software pendukungnya sehingga menjadi salah satu fitur favorit bagi pengguna, termasuk untuk konsumen di Indonesia,” ujar Edy Kusuma dalam siaran pers, Jumat (1/2/2019).

Edy Kusuma menuturkan, beberapa tahun terakhir ini menjadi momentum yang sangat menarik di industri smartphone global. Berbagai konsep smartphone futuristik yang hanya menjadi agenda sebelumnya, berhasil diwujudkan dan telah menjadi bagian dari gaya hidup konsumen di seluruh dunia.

Harapan Konsumen

Lebih lanjut, Edy Kusuma mengungkapkan saat ini konsumen berharap smartphone bisa menjadi perangkat yang tidak hanya membantu menyelesaikan tugas sehari-hari, tetapi juga bertindak sebagai pelengkap gaya hidup.

Untuk dapat memenuhi ekspektasi tersebut, para produsen smartphone pun berlomba meningkatkan teknologi dan desain pada smartphone. Dalam misi untuk mencapai pengalaman layar penuh yang sesungguhnya, imbuhnya, para insinyur vivo mengembangkan kamera depan yang inovatif dengan menempatkannya secara tersembunyi di belakang layar. 

Berdasarkan penjelasannya, desain kamera yang pertama kali di dunia ini memulai debutnya di concept phone APEX™, dan kemudian tersedia untuk konsumen di Vivo NEX pada Juni 2018.

“Dengan kamera depan pop-up yang bisa menyembul ke atas, vivo mampu meningkatkan rasio layar ke bodi smartphone dengan menghapus notch atau poni yang ada di layar bagian atas sehingga tercapai desain layar FullViewTM,” jelasnya.

Selain mewujudkan desain bezelless, produsen smartphone juga berupaya mendorong batas mobile photography untuk menghasilkan foto yang berkualitas kepada konsumen. Pada 2018, vivo telah memperkenalkan smartphone dengan resolusi kamera depan mulai dari 8MP hingga 24MP.

Menurut Edy, aktivitas selfie yang masih menjadi bagian penting dari budaya konsumen muda saat ini, diharapkan bisa memacu produsen smartphone untuk menyediakan kamera depan dengan resolusi dan kualitas gambar yang lebih tinggi pada 2019.

Pada 2018, fitur-fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) hadir pada rangkaian smartphone high-end. Pada tahun ini, vivo memprediksikan bahwa teknologi AI tidak akan lagi terbatas pada smartphone high-end, tetapi juga menjadi fitur yang lebih mudah diakses oleh berbagai varian konsumen.

“Vivo juga dapat berharap untuk melihat lebih banyak pengembangan fitur AI hadir di industri smartphone global,” ucapnya.

Kamera AI akan semakin kompleks dengan fitur-fitur yang secara lebih halus meningkatkan kualitas foto baik pada kamera depan, maupun kamera belakang.

Pada tahun lalu, industri smartphone telah diramaikan dengan kejutan inovasi. Vivo berharap tahun ini, teknologi-teknologi canggih seperti Elevating Front Camera, dan pengembangan desain, serta kamera sebagai jendela dari Artificial Intelligence akan menjadi tren yang dapat diakses semua lapisan konsumen dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

 

Tag : smartphone, vivo book window 8
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top