Realme Jajaki Penjualan Luring

Realme, vendor ponsel pintar asal China berencana memperkuat penjualan melalui sistem luring untuk memperluas pangsa pasar, setelah sukses menggarap konsumen dengan menggandeng platform dagang-el pada tahun ini.
Syaiful Millah | 10 Januari 2019 08:10 WIB
Realme U1 - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Realme, vendor ponsel pintar asal China berencana memperkuat penjualan melalui sistem luring untuk memperluas pangsa pasar, setelah sukses menggarap konsumen dengan menggandeng platform dagang-el pada tahun ini.

Marketing Director Realme South East Asia Josef Wang mengatakan Realme pertama kali hadir di Indonesia pada Oktober tahun lalu, menghadirkan tiga perangkat sekaligus yang dijual melalui platform dagang-el Lazada.

Penggunaan kanal daring saat pertama kali masuk ke pasar Indonesia, menurutnya, dilakukan untuk menekan biaya promosi sehingga bisa dapat diamfaatkan untuk keperluan pengembangan produk yang berkualitas. Selain itu, hal tersebut juga dilakukan karena perkembangan dagang-el yang pesat di Indonesia dan generasi muda sebagai target utama Realme banyak mengakses platform tersebut.

Selanjutnya, peluncuran produk lainnya yang dilakukan pada Desember tahun lalu telah mengkombinasikan penjualan secara daring dan luring dengan menggandeng beberapa distributor dalam negeri.

Wang menyampaikan, hasil yang didapatkan dari penjualan melalui gerai ternyata cukup tinggi. Menurutnya, perbandingan antara kedua kanal tersebut yaitu 70% daring (platform dagang-el) dan 30% luring (gerai distributor). 

Oleh sebab itu, Wang mengatakan pada tahun ini pihaknya akan memperkuat penjualan produk melalui penjualan luring.

“2019 ini kami akan perbanyak kerja sama dengan distributor dalam negeri untuk menghadirkan produk Realme di toko offline seluruh Indonesia,” katanya di Jakarta, (9/1).

Selain itu, dirinya mengungkapkan akan membangun Realme Store di beberapa kota besar sepanjang 2019. Namun demikian, dia tidak menyebut berapa jumlah gerai yang akan dibangun dan daerah mana yang akan dijadikan lokasi.

Brand Awareness

Wang mengatakan Realme masih akan berfokus membangun kesadaran merek terhadap konsumen dalam negeri pada 2019. Menurutnya, sebagai brand baru, Realme masih membutuhkan pengenalan yang kuat sebagai vendor ponsel pintar bagi anak muda.

Adapun, langkah yang diterapkan bukan dengan menggandeng aktris lokal sebagai brand ambassador. Wang mengungkapkan pihaknya tidak akan menggunakan langkah tersebut karena akan menaikkan biaya promosi yang lebih tinggi sehingga menyebabkan harga produk naik.

Strategi Realme untuk meningkatkan kesadaran merek konsumen Indonesia yaitu dengan membangun basis komunitas yang kuat. Langkah ini diimplementasikan dengan adanya aplikasi Realme Community sebagai wadah.

“Sudah kami lunching aplikasinya, baru di India dan Indonesia sebagai bentuk komitmen nyata Realme terhadap komunitas,” katanya.

Wang melanjutkan bahwa pihaknya akan rutin menggelar berbagai kegiatan bagi para pelanggan yang telah bergabung di komunitas Realme. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan antusiasme pelanggan dan mendengar masukan untuk peningkatan kualitas produk. 

Tag : platform
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top