Findaya, Dana Cita, dan Aktivaku Sediakan Produk Finansial untuk Go-Jek

Go-Jek ingin mendiversifikasi layanan pembiayaan yang tersedia di dalam ekosistemnya baik bagi mitra, merchant, maupun pengguna.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 03 September 2018  |  13:15 WIB
Findaya, Dana Cita, dan Aktivaku Sediakan Produk Finansial untuk Go-Jek
Mitra pengemudi Go-Jek menunggu acara konferensi pers program CariPahala di Jakarta, Senin (21/5/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Go-Jek memiliki tiga mitra baru dalam bisnis teknologi finansial. Findaya, Dana Cita, dan Aktivaku bekerja sama dengan Go-Jek untuk menyediakan solusi keuangan bagi mitra dan konsumen perusahaan berstatus unicorn tersebut.

Melalui kerja sama ini, Go-Jek ingin mendiversifikasi layanan pembiayaan yang tersedia di dalam ekosistemnya baik bagi mitra, merchant, maupun pengguna.

Dana Cita merupakan tekfin penyalur kredit pendidikan, sedangkan Aktivaku merupakan perusahan tekfin penyalur pendanaan produk properti.

Findaya merupakan produk finansial PT Mapan Global Reksa (Mapan) yang menyalurkan pinjaman modal bagi mitra Go-Jek dan Go-Life. Perusahaan tersebut dipimpin Aldi Haryopratomo yang sekaligus menjabat sebagai CEO Go-Pay. 

President GO-JEK, Andre Soelistyo mengungkapkan semangat perusahaannya adalah berkolaborasi dengan penyedia jasa keuangan untuk menjadi jembatan kepada konsumen dan mitra.

"Terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses layanan keuangan formal. Kami percaya kolaborasi yang kuat antara penyedia jasa keuangan dengan perusahaan teknologi bisa menjangkau lebih luas masyarakat yang belum mengakses layanan perbankan,” ujarnya (31/8). 

Co-Founder Dana Cita Susli Lie menyatakan platformnya dapat mempermudah individu yang tergabung di dalam ekosistem Go-Jek mengakses layanan keuangan terkait kredit pendidikan.

"Visi kami adalah memperluas akses pendidikan bagi semua pelajar dengan menurunkan kendala keuangan,” ujarnya.

Co-Founder Aktivaku Ricky Gandawijaya meyakini kemitraan strategis dengan Go-Jek dapat memperluas akses layanan pembiayaan properti yang aman dan transparan.

“Kami bisa memberikan pilihan layanan pembiayaan perumahan bagi anggota ekosistem Go-Jek yang membutuhkan. Kami juga mendukung pengembangan anggota ekosistem melalui kemudahan akses permodalan bagi usaha kecil dan menengah,” ujarnya.

Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi meyakini kolaborasi strategis di antara pemain tekfin dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Dirinya juga mengatakan regulator terus mendorong tumbuhnya ekosistem digital di dalam negeri yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Go-Jek sebelumnya turut memperkuat layanan keuangannta dengan mengakuisisi tiga tekfin pada 2017 lalu. Ketiga perusahaan tekfin itu merupakan Midtrans, Kartuku, dan Mapan untuk memperkuat layanan Go-Pay.

Go-Jek tercatat sudah menjalin kerja sama strategis dengan berbagai institusi keuangan formal, yaitu BTN, BNI, Bank Permata Syariah, Allianz dan BPJS Ketenagakerjaan.

Penyedia layanan on demand tersebut belum lama ini memastikan telah menjangkau pelosok paling barat hingga paling timur Indonesia. Go-Jek turut memulai debut ekspansi internasionalnya dengan mengoperasikan Go-Viet di Vietnam. Perusahaan itu juga menargetkan dapat segera menembus pasar Thailand, Malaysia dan Singapura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Go-Jek, fintech

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top