Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRTI Minta Data Pelanggan Seluler

Salah satu kendala program registrasi ini ialah tidak bisanya dipastikan antara pelanggan tetap atau pelanggan baru
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 31 Januari 2018  |  17:10 WIB
BRTI Minta Data Pelanggan Seluler
Pesan pertama via ponsel terjadi pada 25 tahun lalu. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah meminta operator menyerahkan data pelangan agar bisa memastikan perkembangan registrasi nomor prabayar. Sebanyak 174 juta pengguna seluler sudah teregistrasi dalam program pendaftarkan kartu prabayar.

Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) I Ketut Prihadi Kresna mengatakan jumlah tersebut merupakan pencapaian yang bagus mengingat program ini berjalan sejak Oktober.

"Sekarang kami dengan teman-teman operator sedang meminta data, total existing [pengguna] sekarang yang belum register itu ada berapa banyak," katanya lada Rabu (31/1).

Data tersebut akan digunakan oleh BRTI untuk mengira-ngira cukup atau tidaknya waktu yang tersisa selama bulan Februari untuk menjaring seluruh jumlah pelanggan operator telekomunikasi.

Ketut menyebut salah satu kendala program registrasi ini ialah tidak bisanya dipastikan antara pelanggan tetap atau pelanggan baru yang mendaftarkan kartu tersebut.

"Kami melihatnya agak repot lihat existing pelanggan dari program sejak jalan Oktober. itu kan ada yang pelanggan baru. Total [terigistrasi] ini jadi blur, ini existing atau baru?" ungkapnya.

Dia mengatakan pemerintah akan ambil langkah tegas terkait registrasi ini dan tidak memberikan tambahan waktu. Bagi pengguna yang tidak mendaftarkan kartunya akan hangus pada akhir Februari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seluler
Editor : Demis Rizky Gosta
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top