Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Galaxy S8 dan Chip Laris, Laba Samsung Lampaui Prediksi

Samsung Electronics Co. membukukan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan para analis. Pencapaian ini didorong oleh kesuksesan produk smartphone Galaxy S8 di pasar dan permintaan untuk chip semikonduktor.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Juli 2017  |  14:42 WIB
Samsung Galaxy S8 - Istimewa
Samsung Galaxy S8 - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Samsung Electronics Co. membukukan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan para analis. Pencapaian ini didorong oleh kesuksesan produk smartphone Galaxy S8 di pasar dan permintaan untuk chip semikonduktor.

Raksasa teknologi asal Korsel tersebut melaporkan kenaikan laba bersih menjadi 10,8 triliun won (US$9,6 miliar) pada kuartal kedua tahun ini.

Angka itu lebih besar dibandingkan dengan rata-rata perkiraan analis yang dihimpun oleh Bloomberg sebesar 9,75 triliun won. Sementara itu, nilai penjualan naik 20% menjadi 61 triliun won.

Hasil menggembirakan tersebut keluar tepat di saat-saat kritis dalam proses pengadilan untuk pewaris Samsung, Jay Y. Lee, akibat terganjal skandal politik yang berujung pada pemakzulan Presiden Park Geun-hye. Kasus tersebut menambah beban bagi Samsung setelah produk andalannya, Galaxy Note 7, ditarik dari pasar.

Pasca kegagalan produk Galaxy Note 7 tahun lalu, Samsung pun mengandalkan Galaxy S8 untuk memperbaiki reputasinya dan mendapatkan areanya kembali dari persaingan yang ketat dengan Apple Inc. dan sejumlah manufaktur China.

Samsung juga mendorong investasi dalam chip untuk memenuhi permintaan dari rivalnya-rivalnya. Penjualan chip disebutkan telah membantu meredakan perlambatan musiman atas permintaan memori smartphone.

“Permintaan chip berasal dari sejumlah perusahaan seperti Amazon.com Inc., Facebook Inc. dan Alibaba Group Holding Ltd. Jika kita tetap menggunakan Facebook, Instagram dan Snapchat, itu adalah kabar baik bagi bisnis chip,” kata Claire Kim, seorang analis di Daishin Securities.

Samsung pun membukukan reli pada chip memori tahun ini. Menurut data InSpectrum Tech Inc., harga chip DDR3 DRAM 4-gigabyte naik menjadi US$3,12 pada akhir Juni dari US$2,98 pada akhir Maret sekaligus melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Sementara itu, laba usaha unit chip Samsung dilaporkan mencapai 8 triliun won, sedangkan bisnis display mendapatkan laba sebesar 1,7 triliun won.

“S8 memang telah membantu Samsung bangkit kembali. Namun kita juga harus ingat bahwa momentum bagi Samsung didapat dari memori dan display, jadi sebenarnya ini tidak hanya tentang S8,” ujar Bryan Ma, analis industri teknologi di IDC, sebelum pengumuman tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg (Kamis, 27/7/2017).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Samsung Electronics samsung galaxy s8
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top