Dilarang, Pakai Jam Tangan Pintar Saat Rapat Kabinet di Australia

Newswire
Selasa, 11 Oktober 2016 | 10:55 WIB
Jam tangan pintar/Istimewa
Jam tangan pintar/Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Australia melarang penggunaan jam tangan pintar saat rapat kabinet, karena kekhawatiran akan disalah gunakan oleh peretas asing, demikian pereakilan pemerintah mengonfirmasi.

Aturan tersebut berlaku untuk siapapun, termasuk Perdana Menteri Malcolm Turnbull, yang merupakan penggemar dari perangkat pintar.

Turnbull bebas menggunakan jam tangan pintar miliknya di parlemen, tetapi harus melepasnya sebelum pertemuan kabinet.

Penggunaan ponsel pintar, komputer jinjing dan tablet sudah dilarang digunakan lebih dahulu, mengingat pembahasan dalam rapat kabinet bersifat sangat sensitif.

Sementara itu, juru bicara pemerintah mengatakan bahwa meningkatnya risiko "hacktivists" telah memaksa pemerintah untuk memperpanjang larangan penggunaan jam tangan pintar.

"Ini merupakan aturan standar yang telah lama digunakan, bahwa tidak ada perangkat elektronik, termasuk jam tangan pintar yang diperbolehkan masuk ke ruang rapat kabinet," kata juru bicara pemerintah.

Sementara itu Penasihat Khusus Perdana Menteri pada Keamanan Cyber Alastair MacGibbon mengatakan, perangkat yang lebih pribadi yang terhubung ke internet, seperti sepatu kebugaran atau benda seperti kacamata, akan dipertimbangkan masuk dalam aturan tersebut demi keamanan cyber.

"Dalam sebuah rapat kabinet, pemerintah memerlukan diskusi yang benar-benar tanpa perangkat elektronik, sehingga akan lebih banyak barang-barang yang disimpan dalam lemari sebelum pertemuan kabinet digelar," ujarnya kepada Fairfax Media.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Sumber : Antara
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper