Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREDIKSI 2016: Bisnis Aplikasi TI Bakal Melejit

Bisnis aplikasi berbasis teknologi diproyeksikan menjadi subsektor ekonomi kreatif yang melejit tahun ini, selain fesyen dan kuliner yang sudah terlebih dulu mendominasi.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 06 Januari 2016  |  21:50 WIB
Aplikasi berbasis teknologi akan menjadi salah satu subsektor yang tampil cemerlang sepanjang 2016..  -
Aplikasi berbasis teknologi akan menjadi salah satu subsektor yang tampil cemerlang sepanjang 2016.. -

Bisnis.com, JAKARTA—Bisnis aplikasi berbasis teknologi diproyeksikan menjadi subsektor ekonomi kreatif yang melejit tahun ini, selain fesyen dan kuliner yang sudah terlebih dulu mendominasi.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Pesik menuturkan demografi Indonesia saat ini sangat potensial bagi pertumbuhan sub sektor tersebut. “Yang paling signifikan adalah pertumbuhan aplikasi, karena memang sudah besar dan akan semakin membesar,” katanya kepada Bisnis, Selasa (5/1/2016).

Jumlah populasi Tanah Air yang sa ngat besar, kata Ricky, akan ikut mengerek permintaan terhadap produk-produk kreatif berupa aplikasi berbasis teknologi. Meski demikian, pihaknya belum memiliki kalkulasi terkait dengan proyeksi pertumbuhan aplikasi sepan jang 2016.

Selama ini, dia mengakui sumbangsih subsektor aplikasi terhadap produk domestik bru to (PDB) ekonomi kreatif masih sangat kecil, yakni kurang dari 10%. Sub sektor kuliner dan fesyen adalah dua bidang utama kontributor PDB terbesar dari sektor ekonomi kreatif.

Ricky mengungkapkan salah satu faktor pemicu masih kecilnya kontribusi aplikasi terhadap ekonomi kreatif adalah ketiadaan in dikator yang jelas dan menyeluruh. Terlebih lagi, indikator yang ada belum bisa mengimbangi laju perkembangan teknologi aplikasi yang begitu cepat.

“Sekarang ini, kalau misalnya Tokopedia berinvestasi, yang dihitung hanya development [aplikasi] saja. Adapun, yang masuk Tokopedia, atau venturanya, belum dihitung. Trickled down effect-nya belum dihitung. Padahal itu sangat besar,” tuturnya.

Guna menyempurnakan indikator tersebut, saat ini Bekraf bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) agar porsi subsektor aplikasi terhitung dan terukur dengan baik. Perhitungan dengan indikator termutakhir itu direncanakan masuk salah satu bagian sensus ekonomi BPS tahun ini.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ekonomi Kreatif Putri K. Wardani. Menurut dia, aplikasi berbasis teknologi akan menjadi salah satu subsektor yang tampil cemerlang sepanjang 2016.

Namun, masih banyak yang harus dibenahi untuk memaksimalkan potensi sektor ekonomi kreatif terhadap postur PDB. “Banyak sekali yang harus diperjuangkan.”

Pada 2014, ekonomi kreatif menyum bang sekitar 7,1% terhadap PDB dan menciptakan 12 juta tenaga kerja, serta berkontribusi sekitar 5,8% terhadap total ekspor. Dari jumlah tersebut, peranan terbesar di sumbang oleh subsektor kuliner, diikuti fesyen, kerajinan, percetakan, dan desain.

Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB diperkirakan tumbuh 12% pada 2019, dengan jumlah penyerapan tenaga kerja mencapai 13 juta orang, serta menyumbang terhadap total ekspor sekitar 10%.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prediksi aplikasi
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top