Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Batal Bertemu Pemerintah, Apple Bisa-bisa Hanya Jualan IPhone 3G

Pejabat Kementerian Perindustrian batal bertemu dengan eksekutif Apple untuk membahas masa depan bisnis perusahaan komputer asal Amerika Serikat itu di Indonesia. Berdasarkan jadwal, kedua belah pihak seharusnya bertemu pada awal pekan lalu di Singapura.nn
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 12 Juni 2015  |  15:30 WIB
Batal Bertemu Pemerintah, Apple Bisa-bisa Hanya Jualan IPhone 3G
Ilustrasi - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pejabat Kementerian Perindustrian batal bertemu dengan eksekutif Apple untuk membahas masa depan bisnis perusahaan komputer asal Amerika Serikat itu di Indonesia. Berdasarkan jadwal, kedua belah pihak seharusnya bertemu pada awal pekan lalu di Singapura.

“Kami tidak jadi bertemu di sana. Nanti akan dijadwal ulang kembali,” kata Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Ignatius Warsito kepada Bisnis.com via pesan singkat, hari ini, Jumat (12/6/2015).

Menurut Warsito, tatap muka itu akan membahas kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada ponsel 4G LTE. Pasalnya, perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs tersebut keberatan dengan langkah pemerintah untuk mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia.

“Soal TKDN hanya salah satu agenda pertemuan kami dengan Apple,” kata Warsito tanpa mengungkapkan topik pertemuan lainnya.

PONSEL 3G

Saat ini aturan TKDN tengah dibahas bersama oleh biro hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan. Kemkominfo, misalnya, akan membuat beleid soal persentase kandungan lokal pada ponsel 4G LTE.

Rencananya, pada tahun pertama, persentase TKDN hanya sebesar 20% dan berangsur-angsur meningkat minimal 30% pada 1 Januari 2017.

Untuk memenuhi kewajiban itu, Warsito mengatakan produsen ponsel bisa membangun pabrik perakitan sendiri atau menggandeng perusahaan jasa manufaktur elektronik lokal. Dia mengklaim hanya dua vendor ponsel asing yang keberatan dengan kewajiban itu: Apple dan Blackberry.

“Mereka bilang baru mau merakit ponsel di sini lima tahun lagi,” ujar Warsito.

Selama ini, ponsel-ponsel Apple dan Blacberry dirakit oleh pabrikan Foxconn. Namun, perusahaan asal Taiwan ini urung merealisasikan investasi basis produksi di Indonesia dengan berbagai alasan.

Warsito memastikan pemerintah berkomitmen teguh menjalankan kewajiban TKDN tanpa terkecuali. Pada 1 Januari 2017, kata dia, keran impor akan ditutup bagi vendor yang ponsel 4G LTE-nya tidak memenuhi persyaratan pemerintah, termasuk bagi Apple dan Blackberry.

“Tapi tenang saja, untuk ponsel 3G mereka masih bisa jualan kok,” kata pria penyandang gelar Master Administrasi Bisnis dari Cleveland State University, AS, ini.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan tidak ambil pusing dengan keberatan Apple dan Blackberry. Apalagi, kedua vendor itu bukanlah penguasa pasar Indonesia sehingga konsumen bisa memilih merek alternatif untuk mengakses layanan pita lebar bergerak.

“Kalau tidak ada apel kan masih ada anggur dan jambu kelutuk,” katanya bercanda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top