TKDN Ponsel 4G: Kemenperin Tuding Ada Pengkhianat. Menkominfo Ngaku Ditekan Negara Produsen

Samdysara Saragih
Selasa, 26 Mei 2015 | 13:08 WIB
 Menteri Perindustrian Saleh Husin saat memberikan sambutan pada acara Pemancangan Tiang Pertama Paper Machine 3 PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dengan nilai investasi sebesar Rp. 4 triliun di Pelelawan, Riau, 22 Mei 2015. /kemenperin
Menteri Perindustrian Saleh Husin saat memberikan sambutan pada acara Pemancangan Tiang Pertama Paper Machine 3 PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dengan nilai investasi sebesar Rp. 4 triliun di Pelelawan, Riau, 22 Mei 2015. /kemenperin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian membeberkan adanya kelompok-kelompok tertentu yang berniat menggagalkan rencana pemerintah untuk menerapkan kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40% pada ponsel 4G LTE.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Ignatius Warsito mengingatkan kembali tujuan TKDN adalah untuk membuat Indonesia tidak semata-mata sebagai pasar produk asing. Namun, dia mengendus adanya gerakan-gerakan orang Indonesia sendiri yang justru khawatir dengan niat mulia tersebut.

“Saya melihat ada pengkhianatan dari anak negeri sendiri yang justru menekan-nekan pemerintah agar TKDN tidak jadi. Ini kan konyol,” katanya di sela-sela Rapat Kerja Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Senin (25/5/2015).

Menurut Warsito, orang-orang tersebut justru membela kepentingan asing yang terus membanjiri Indonesia dengan produk-produk impor. Padahal, importasi itulah sumber defisit neraca perdagangan Indonesia yang berpotensi semakin tidak terkendali.

“Semua negara juga pengen adanya iklim usaha yang adil. Contoh Brasil. Mereka akhirnya berhasil membuat industri lokalnya tumbuh,” katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga mengakui secara terbuka bila dirinya mendapat tekanan dari kekuatan bisnis dan negara produsen ponsel sejak mewacanakan kebijakan TKDN pada akhir tahun lalu.

Mantan Wakil Direktur Utama PT PLN ini memastikan pemerintah tidak akan menyurutkan rencana tersebut. Untuk itu, dia meminta dukungan dari segenap komponen masyarakat khususnya asosiasi industri telematika dalam negeri.

“Kalau tidak ada dukungan dari teman-teman saya takut juga,” katanya disambut tawa hadirin yang berasal dari berbagai asosiasi.

Editor : Saeno
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper