Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jangan Ajak Kucing Anda Mendengarkan Musik. Mengapa?

Jangan salah anggapan bahwa kucing kesayangan anda akan nyaman jika bersama-sama anda menikmati musik. Karena faktanya, musik yang digemari manusia ternyata tidak berpengaruh bagi kucing.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Maret 2015  |  07:49 WIB
Chiko - Istimewa
Chiko - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA - Jangan salah anggapan bahwa kucing kesayangan anda akan nyaman jika bersama-sama anda menikmati musik. Karena faktanya, musik yang digemari manusia ternyata tidak berpengaruh bagi kucing.

Riset yang dilakukan Universitas of Wisconsin­Madison menunjukkan kucing tidak peduli akan musik apa pun yang digemari manusia, entah keroncong, klasik, jazz, ataupun rock alternatif. Hewan itu memiliki selera sendiri soal musik akibat faktor sistem pendengaran yang berbeda.

Studi yang dimuat dalam jurnal daring Applied Animal Behaviour Science, Februari lalu, tersebut menunjukkan reaksi kucing berubah saat mendengar musik yang dibuat khusus untuk mereka. Jenis musik ini bakal terdengar aneh di telinga manusia. Beberapa sampel musik bagi kucing dibuat berdasarkan tempo dengkuran, nada, atau suara yang dibuat saat hewan itu merawat anaknya.

"Kami tak meniru suara kucing. Kami berusaha membuat musik dengan nada dan tempo yang menarik bagi kucing," kata pemimpin riset, Charles Snowdon, seperti ditulis laman universitas.

Para peneliti membuat musik kucing dengan mengevaluasi konteks sistem indra pendengaran binatang itu. Kucing ternyata membuat dan mengenali suara satu oktaf lebih tinggi daripada yang diketahui manusia. "Sangat penting untuk mendapatkan nada yang tepat, lalu membuat musik dengan tempo yang menarik perhatian mereka," kata Snowdon, profesor bidang psikologi.

Dalam uji coba tersebut, Snowdon dan koleganya, Megan Savage, memainkan lagu di sebuah tempat penampungan yang memiliki 47 ekor kucing.

Ada empat sampel lagu, yaitu dua musik klasik dan dua "lagu kucing" ciptaan komposer Universitas Maryland, David Teie. Reaksi kucing yang membuat dengkuran, mendekati pelantang, lalu menggosokkan badannya dinilai sebagai perilaku positif.

Adapun perilaku kucing yang mendesis keras, melengkungkan tubuh, dan menegakkan seluruh rambut tubuhnya digolongkan sebagai reaksi negatif. Kucing ternyata berlaku lebih positif terhadap "lagu kucing" ketimbang musik klasik. Respons mereka terhadap "lagu kucing" muncul setelah 110 detik, lebih cepat ketimbang terhadap musik klasik, yang rata­rata setelah 171 detik.

Respons lambat tersebut menggambarkan mereka tak tertarik pada musik klasik manusia . "Sebagian kucing butuh waktu lebih lama untuk bangun dan menyadari apa yang terjadi. Beberapa bahkan langsung pergi dari ruangan," kata Snowdon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musik Kucing

Sumber : Tempo.co

Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top