Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merger XL dan Axis, Kominfo Diharapkan Segera Rampungkan Pembahasan

Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat industri komunisaksi dan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk segera merampungkan pembahasan spektrum dan persaingan usaha. Mereka menilai merger
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 28 September 2013  |  05:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat industri komunisaksi dan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk segera merampungkan pembahasan spektrum dan persaingan usaha. Mereka menilai merger XL dan Axis akan berdampak pada perbaikan kualitas layanan operator kepada masyarakat.

Ketua Mastel Setyanto P. Santosa mengatakan merger XL dan Axis akan berdampak pada persaingan sehat di bidang telekomunikasi. Pasalnya, dengan berkurangannya jumlah operator maka kualitas pelayanan diharapkan bakal semakin baik.

 “Seperti kita ketahui saat ini pelayanan operator menurut saya buruk sekali, kalau jumlahnya dipangkas maka kualitas dan persaingan akan lebih baik. Pemerintah dengan segala pertimbangannya diharapkan segera memutuskan terkait frekuensi dan persaingan usaha. KPPU juga demikian dan saya harapkan segera selesai,” ujar Setyanto kepada Bisnis, Jumat (27/9/2013)

 Menurutnya, XL bakal menjadi operator nomor dua setelah Telkomsel sehingga persaingan akan lebih berimbang. Telkomsel menurutnya harus siap bersaing dengan XL khususnya dari kualitas pelayanan dan jaringan. “Saya harapkan hasil pembahasan pemerintah dan juga KPPU akan berdampak baik untuk niaga telekomunikasi,” ujarnya.

 Dihubungi secara terpisah pengamat telekomunikasi Teguh Prasetya mengatakan merger XL dan Axis memiliki dampak baik bagi XL dan Axis. Layanan dan jaringan XL akan menjangkau lebih banyak pelanggan dengan kualitas yang lebih baik.

Yang diincar Xl kan frekuensi, tanpa frekuensi Axis tidak berarti apa-apa. Dengan frekuensi itu coverage layanan akan semakin baik, yang sebelumnya bolong-bolong kita harapkan tidak lagi terjadi,” ujarnya.

Teguh mengatakan jika XL jadi mengambalikan salah blok frekuensi tidak akan berdampak banyak karena akan XL dapat saja mengikuti tender lagi untuk memperebutkan frekuensi tersebut.

Sementara itu pihak Axis melalui pesan pendek yang dikirimkan Head of Corporate Communication Anita Avianty mewakili Presiden Direktur dan COE Axis Erik Aas mengatakan industri seluler Indonesia telah siap untuk melakukan konsolidasi.

Axis telah mendorong inovasi dan layanan mobile Internet, konsolidasi ini setelah mendapat persetujuan pemerintah akan menciptakan perusahaan yang kuat. Kami akan tetap melayani pelanggan dengan kualitas pelayanan yang tinggi,” tulis Anita.

Sebelumnya, Kominfo telah membentuk tiga tim untuk membahas terkait merger XL dan Axis. Tiga tim itu membahas alokasi frekuensi, persaingan usaha, dan potensi monopoli. Hasil kajian itu dijadwalkan selesai pada akhir bulan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

axis xl kominfo
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top