Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vandalisme Kabel Marak di Medan, Telpon dan Internet Terganggu

Bisnis.com, MEDAN - Pencurian kabel telepon di Medan meningkat, sehingga gangguan telepon dan internet di daerah itu sering terjadi.
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 14 Agustus 2013  |  01:32 WIB

Bisnis.com, MEDAN - Pencurian kabel telepon di Medan meningkat, sehingga gangguan telepon dan internet di daerah itu sering terjadi.

"Dalam 2 hari ini saja, yaitu Minggu dan Senin terjadi vandalisme yang mengakibatkan gangguan atau terputusnya 9.000 satuan telepon dan internet (Speedy)," kata Deputi EGM Telkom Barat Stanislaus Susatyo di Medan, Selasa malam.

Gangguan 9000 satuan telepon itu berada di kawasan Kecamatan Medan Petisah dan Medan Baru.

Dia menjelaskan vandalisme kabel telepon pada Minggu dan Senin (11 dan 12 Agustus) terjadi di kawasan kilometer 20 Jalan Medan - Belawan dan kawasan Petisah atau Jalan Gatot Subroto.

Pencurian kabel fiber optic kapasitas 96 core dan kabel tembaga di KM 20 Medan-Belawan yang terjadi pada hari Minggu malam menyebabkan 1.400 satuan sambungan telepon (sst) terputus Sedangkan yang terjadi di Petisah, Minggu malam juga menggangu 1.200 sst.

"Telkom minta maaf ke pelanggan dan recovery 9000 layanan Telkom itu diharapkan dapat diselesaikan secepatnya maksimum dua minggu ke depan,"ujar Susatyo .

GM Telkom Witel Sumut-Barat Rifnaldi menyebutkan Telkom berupaya segera melakukan recovery agar tidak merugikan pelanggan dan termasuk Telkom. Recovery dilakukan dengan melakukan penggantian sistim dari penggunaan jaringan kabel ke fiber optic.

"Diharapkan dengan penggantian sistim itu dapat meminimalisasi kasus vandalisme sekaligus meningkatkan kualitas layanan,"katanya. Dengan pengunaan fiber optic maka kecepatan data dan bandwith dapat disalurkan lebih besar.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddik meminta pihak kepolisian mengatasi maksimal kasus pencurian kabel telepon itu karena juga merugikan konsumen.

"Gangguan komunikasi berdampak negatif pada banyak hal.Apalagi kabel telepon itu masuk dalam katagori aset vital yang harus mendapat perlindungan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet telepon kabel

Sumber : Newswire

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top