SOFTWARE PENDIDIKAN : WorldWide Telescope Diintegrasikan Di Portal Rumah Belajar

BISNIS.COM, JAKARTA -- Aplikasi WorldWide Telescope milik Microsoft resmi diintegrasikan dalam portal Rumah Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga memungkinkan diakses umum oleh masyarakat khususnya tenaga pengajar dan pelajar seluruh
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 13 Maret 2013  |  15:51 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA -- Aplikasi WorldWide Telescope milik Microsoft resmi diintegrasikan dalam portal Rumah Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga memungkinkan diakses umum oleh masyarakat khususnya tenaga pengajar dan pelajar seluruh Indonesia.

WorldWide Telescope merupakan aplikasi yang memadukan citra maya dari teleskop Hubble NASA. Melalui aplikasi ini msyarakat dapat mendapatkan fungsi teleskop dari personal computer (PC) mereka. Indonesia melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) merupakan negara pertama yang mengintegrasikan aplikasi ini ke portal.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro menyebutkan aplikasi ini dikembangkan oleh salah satu divisi perusahaan yakni Microsoft Research bersama NASA. Hingga saat ini WorldWide Telescope memiliki sekitar 50 juta citra maya yang dikumpulkan sejak 1970-an.

"Selama ini aplikasi ini hanya bisa diakses on site, dengan wahana tertentu. Namun, melalui integrasi, semua PC bisa mengakses aplikasi ini melalui belajar.kemdikbud.go.id. Untuk mengaksesnya juga tidak diperlukan perangkat dengan spesifikasi khusus," kata Andreas seusai peluncuran Wahana Jelajah Angkasa di Pustekkom, Rabu (13/3/2013).

Selain integrasi tersebut, Microsoft juga bekerja sama dengan Pustekkom membangun Wahana Jelajah Angkasa. Wahana ini merupakan tempat khusus di mana masyarakat dapat langsung mengakses WorldWide Telescope.

Andreas menyebutkan wahana dan integrasi aplikasi WorldWide Telescope ini merupakan kontribusi Microsoft melalui program Partners In Learning (PIL). Setiap tahunnya, Microsoft menyediakan dana PIL sebesar US$500 juta dari total dana USS9,6 miliar. Meski demikian, Andreas enggan menyebutkan jumlah investasi program PIL khusus Indonesia.

"Saat ini di Indonesia terdapat 2,9 juta guru dan 53 pelajar. Dari program PIL, perusahaan sudah menjangkau lebih dari 365.000 guru dan 14 juta siswa untuk memperluas inovasi bidang pendidikan melalui TIK," tambah Andreas.

Sementara itu, Kepala Pustekkom Ari Santoso menyebutkan jumlah investasi dari kerja sama antara Microsoft dengan Kemdikbud untuk membangun wahana tersebut sekitar Rp150 juta.

 

Foto: astronomiaamadora

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
microsoft, worldwide telescope, pustekkom, andreas diantoro

Editor : Others

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top