GARUDA INDONESIA gandeng Amadeus IT Group

JAKARTA: Maskapai Garuda Indonesia menjalin kerja sama dengan Amadeus IT Group SA untuk layanan penumpang Passenger Services System (PSS) community yang memungkinkan penerbangan Garuda terkoneksi dengan maskapai aliansi globalnya, dan ditargetkan mampu
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 20 April 2012  |  21:06 WIB

JAKARTA: Maskapai Garuda Indonesia menjalin kerja sama dengan Amadeus IT Group SA untuk layanan penumpang Passenger Services System (PSS) community yang memungkinkan penerbangan Garuda terkoneksi dengan maskapai aliansi globalnya, dan ditargetkan mampu menjaring 6 juta penumpang.

 

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia M. Arif Wibowo mengatakan dengan sistem PSS community Amadeus ini, Garuda Indonesia akan terkoneksi dengan maskapai aliansi globalnya, yang ditarget sudah dapat terpasang mulai akhir 2013.

 

“Sistem PSS community dari Amadeus ini merupakan platform yang digunakan oleh maskapai-maskapai penerbangan di aliansi global Sky Team, sehingga sistem Garuda akan terhubung atau connected dengan maskapai penerbangan anggota Sky Team lainnya yang terdiri dari 15 maskapai,” kata Arif saat penandatangan kerjasama Service Agreement for Passenger Services System dengan Vice President Airline IT Amadeus John Chapman, di Jakarta, Jumat 20 April 2012.

 

Arif menjelaskan dengan memiliki PSS community ini, penerbangan Garuda Indonesia dengan 15 maskapai anggota Sky Team akan menjadi satu flight number (nomor penerbangan). Adapun ke-15 anggota Sky Team tersebut diantaranya KLM, Air France, TAROM, Air Europa, Czech Airlines, MEA, Delta Airlines, dan Korea Air Lines.

 

Arif menargetkan dengan terpasangnya PSS community ini, pihaknya mampu menjaring 2%-4% penumpang maskapai anggota Sky Team. Hingga saat ini, total jumlah penumpang dari 15 anggota Sky Team sebanyak 151 juta orang, sehingga tambahan penumpang yang dapat diperoleh Garuda untuk penerbangan internasionalnya bertambah maksimal 6 juta orang.

 

“Sky Team ini, dari 15 maskapai, ada 926 destinasi dengan jumlah penumpang 151 juta orang. Misalnya Delta Air, dari Tokyo ke AS itu ada 26 penerbangan per hari. Semua maskapai aliansi nya full servis. Ini merupakan pasar yang sangat potensial,” kata Arif.

 

Pada tahun ini Garuda Indonesia menargetkan jumlah penumpang 22 juta, atau naik 29% dari posisi tahun lalu 17 juta penumpang, dengan 3,1 juta diantaranya merupakan penumpang internasional.

 

Jumlah rute penerbangan Garuda mencapai 19 rute internasional dan  36 rute domestik.

 

Dengan adanya tambahan penumpang dari aliansi global pasca terpasangnya sistem PSS community ini, jumlah penumpang internasional Garuda akan menjadi 9 juta.   

 

Arif menambahkan untuk pengadaan sistem PSS community Amadeus ini, biayanya masuk dalam biaya operasional sehingga sudah dianggarkan biaya perbulannya.

 

“Untuk pengadaan PSS community Amadeus ini kami tidak perlu membayar uang muka, nanti dikenakan biaya per penumpang, rata-rata 0,7 sen dolar AS,” ucap Arif.

 

Arif menjelaskan PSS community ini akan mulai beroperasi 18-24 bulan kedepan. Aplikasi sistem Amadeus Altea ini akan menggantikan sistem reserasi  Garuda saat ini yakni ARGA yang sudah digunakan sejak 1990.

 

“Sistem kami yang lama ini belum bisa terkoneksi dengan maskapai aliansi global.”

 

Vice President Airline IT Amadeus John Chapman mengatakan kerjasama ini berlaku lima tahun. Sistem ini juga digunakan oleh 115 maskapai internasional seperti Korea Airlines, Qantas, Singapore Airlines, ANA, Thai, Cathay, Luhfansa, KLM, Soffi, TACA dan TAM.

 

“Jika Garuda sudah terpasang dengan PSS community Amadeus ini, penerbangan Garuda bisa terhubung dengan ke-115 maskapai yang menggunakan sistem kami,” tuturnya.

 

Dia menjelaskan sistem PSS community Amadeus Altea ini merupakan sistem layanan penumpang Passenger Services System (PSS) milik Amadeus dengan sistem IT mutakhir yang mengedepankan fleksibilitas, efisiensi, dan dapat diupgrade dengan cepat dan mudah.

 

Sistem ini terdiri dari beberapa program yang terintegrasi secara penuh seperti program pembukuan atau reservasi domestik maupun internasional, data inventori, Altea Departure Control System atau sistem yang digunakan untuk proses cek in.

 

Selanjutnya, adalah untuk pengaturan bagasi, data ketersediaan tempat duduk, tarif, pembukuan, layanan ground handling, through chek ini, hingga layanan frequent flyer dari tiap-tiap maskapai. (ea)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: S&P ogah buat INVESTMENT GRADE?

+ INDONESIAN IDOL 2012: BELINDA pulang!

+ PESAWAT JATUH, 127 penumpang TEWAS

+ ACEH kembali diguncang GEMPA 5,9 SR

+ INDONESIAN BONDS sets for Weekly GAIN

+ MANCHESTER UNITED Value rises to $2.2 Billion

+ DAHLAN ISKAN mengintili TIGA PEREMPUAN

+ WISHNUTAMA mau buka RESTO dan bikin EO?

+ DIVE SITES: Indonesian big problem, FISHERMAN BLAST

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top