NASA Ajak Rasakan Sensasi Masuk ke Black Hole Alias Lubang Hitam, Bagaimana Rasanya?

Redaksi
Jumat, 10 Mei 2024 | 09:05 WIB
Lubang hitam atau black hole/
Lubang hitam atau black hole/
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membagikan simulasi perjalanan menuju black hole atau lubang hitam. NASA menggunakan superkomputer discover untuk melakukan rendering video tersebut.

Pengamatan terhadap black hole memang sudah lama menjadi perhatian para ilmuwan. Dalam perhitungannya, black hole memiliki gravitasi paling kuat di alam semester sehingga sangat mustahil bagi manusia untuk menjamah lubang hitam tersebut.

Dilansir laman resmi NASA, ahli astrofisika di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, Jeremy Schnittman mengatakan video yang diunggah NASA dapat menjawab pertanyaan yang selama ini beredar di masyarakat tentang black hole.

“Orang sering bertanya tentang hal ini, dan simulasi proses yang sulit dibayangkan ini membantu saya menghubungkan matematika relativitas dengan konsekuensi nyata di alam semesta nyata,” kata Jeremy, mengutip Rabu (8/52024).

“Jadi saya mensimulasikan dua skenario yang berbeda, satu di mana kamera sebagai pengganti astronaut yang berani melesat dari cakrawala kejadian dan meluncur kembali, dan satu lagi di mana kamera melewati batas, menentukan nasibnya,” kata Jeremy.

Dalam proses pengolahan video, Schnittman bekerja sama dengan ilmuwan bernama Goddard Brian Powel menggunakan supercomputer discover di Pusat Simulasi Iklim NASA. Video ini menelan penyimpanan hingga 10 terabyte data dan memerlukan waktu sekitar 5 hari untuk dijalankan hanya dengan 0,3% dari 129.000 prosesor discover. Sedangkan proses pengolahan video pada laptop biasa bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun.

Tujuannya adalah lubang hitam supermasif dengan massa 4,3 juta kali matahari, setara dengan monster yang terletak di pusat galaksi Bima Sakti.

“Jika Anda punya pilihan, Anda ingin jatuh ke dalam lubang hitam supermasif,” jelasnya.

“Lubang hitam bermassa bintang, yang memiliki massa hingga sekitar 30 massa matahari, memiliki cakrawala peristiwa yang jauh lebih kecil dan gaya pasang surut yang lebih kuat, yang dapat menghancurkan objek yang mendekat sebelum mencapai cakrawala,” tambahnya.

Menurutnya hal itu akibat dari tarikan gravitasi pada ujung benda yang dekat dengan lubang hitam jauh lebih kuat dibandingkan dengan ujung benda yang lain.

Untuk memberikan gambar tampak lebih realistis, mereka menggunakan putaran kamera 360 derajat sehingga penonton seolah diajak untuk masuk ke dalam black hole.

Tangkapan gambar mengorbit dari jarak 640 juta kilometer hingga terus mendekati lubang hitam dengan memperlihatkan piringan lubang hitam dan cincin foton yang tampak memancarkan sinar kuning bercampur oranye.

Dalam waktu nyata, kamera membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk mencapai cakrawala peristiwa dengan pengorbitan hampir dua orbit penuh berdurasi 30 menit disepanjang jalan.

Saat kamera mulai masuk ke dalam lingkaran lubang hitam, tangkapan gambar mulai terdistorsi atau perubahan bentuk gambar. Cincin foton tampak mengalami distorsi yang menghasilkan urutan pita-pita tipis saat kamera terus memperbesar objek.

Gambar kamera menjadi lebih lambat dan tampak membeku saat terus terdistorsi. Kondisi ini menjadi penyebab black hole disebut sebagai “bintang beku”.

“Jika lubang hitam berputar dengan cepat, seperti yang ditampilkan dalam film interstellar tahun 2014, dia akan kembali beberapa tahun lebih muda dari rekan-rekan se kapalnya,” tutup Jeremy (Muhammad Sulthon Sulung Kandiyas)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper