Petinggi Temasek Bertemu Bos OpenAI Sam Altman, Bahas Rencana Investasi

Rahmad Fauzan
Rabu, 6 Maret 2024 | 11:56 WIB
Seorang eksekutif Temasek bersiap naik ke panggung dalam Temasek Review, sebuah acara tahunan yang diselenggarakan perusahaan asal Singapura itu, pada 2016./Reuters-Edgar Su
Seorang eksekutif Temasek bersiap naik ke panggung dalam Temasek Review, sebuah acara tahunan yang diselenggarakan perusahaan asal Singapura itu, pada 2016./Reuters-Edgar Su
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Temasek Holdings dikabarkan sedang membahas kemungkinan investasi di salah satu perusahaan yang dipayungi Microsoft, yakni OpenAI. Petinggi Temasek disebut berulang kali bertemu dengan CEO ChatGPT Sam Altman dalam beberapa bulan terakhir. 

Mengutip Reuters, Temasek tertarik menaruh modal di perusahaan modal ventura Hydra zine Capital milik Altman pada tahap awal investasi. Urusan investasi dengan Temasek ini juga menjadi info penting pertama sejak Altman mengatakan tengah mencari pendanaan untuk proyeknya. 

"Urusan dengan Temasek ini adalah yang pertama dalam sebulan terakhir sejak Altman mencari pendanaan US$5 hingga US$7 triliun untuk membangun jaringan pabrik cip AI," tulis Reuters dikutip Bisnis.com, Rabu (6/3/2024). 

Minat investasi Temasek ke perusahaan rintisan (startup) berbasis AI sebenarnya bukanlah tren baru. Sepanjang tahun lalu, 1 dari 3 investasi di Amerika Serikat (AS) digelontorkan kepada startup berbasis AI. OpenAI sendiri menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan banyak sorotan. 

Tidak dapat dipungkiri, sejak ChatGPT diluncurkan oleh OpenAI pada akhir 2022, perhatian terhadap teknologi generation AI mendorong investasi miliaran dolar untuk pembuatan cip dan server untuk mendukung adopsi aplikasi-aplikasi terkait. 

Beberapa penyandang modal raksasa yang terlibat dalam hal ini adalah Microsoft sebagai investor paling kakap, lalu Khosla Ventures, Thrive Capital, Andreessen Horowitz, serta Sequoia Capital. 

Dalam laporan New York Times yang keluar bulan lalu, OpenAI merampungkan kesepakatan penjualan saham eksisting dengan nilai mencapai US$80 miliar atau bahkan lebih. 

Terkait dengan potensi investasi dari Temasek, peluang untuk terealisasinya bisa dikatakan cukup besar. Sebab, Temasek merupakan investor aktif di sektor teknologi dengan nilai portfolio mencapai US$382 miliar sampai dengan 31 Maret 2023.

Beberapa perusahaan lain yang punya portfolio cukup meyakinkan di sektor teknologi di antaranya Roblox, Tencent, dan Alibaba. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper