Survei LinkedIn: Bursa Kerja Terdisrupsi AI di 2030, Karyawan Butuh 5 Skill Ini

Aziz Rahardyan
Rabu, 28 Februari 2024 | 03:05 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan/doc.Microsoft
Ilustrasi kecerdasan buatan/doc.Microsoft
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penelitian terbaru platform LinkedIn menggambarkan bahwa disrupsi kecerdasan buatan (AI) akan berpengaruh terhadap bursa kerja pada 2030, tak terkecuali di Indonesia.

Country Lead LinkedIn Indonesia Rohit Kalsy menjelaskan survei telah memberikan gambaran bahwa keterampilan yang dibutuhkan pada suatu pekerjaan berubah hingga 68% sekitar 5 tahun lagi akibat dampak disrupsi AI.

Oleh sebab itu, 97% perusahaan di Indonesia berencana meningkatkan skill para karyawannya tahun ini, serta terdapat perubahan substansial dalam keterampilan dan kualifikasi yang mereka prioritaskan pada calon pekerja.

"Dalam setahun terakhir, narasi didominasi oleh kemajuan teknologi, terutama integrasi AI ke dalam alur kerja bisnis. Sekarang, kita sedang menyaksikan pergeseran skill yang nyata, baik skill teknis maupun soft skill, untuk berhasil di tengah disrupsi AI ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (27/2/2024).

Dalam penelitian terhadap 4.323 manajer perekrutan di 18 negara yang dikumpulkan pada 15 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024 itu, terungkap lima skill yang dianggap penting di tengah era kecerdasan buatan, yaitu problem solving (37%), AI (35%), IT & web (28%), critical thinking (27%), dan skill komunikasi (25%).

Tak heran, perusahaan semakin berfokus kepada talent development. Sebanyak 97% perusahaan di Indonesia menilai bahwa skill dan keterampilan lainnya perlu ditingkatkan, dan 57% di antaranya akan menyediakan online training dan program development. Data ini lebih masif dibandingkan negara lainnya di Asia Pasifik.

Perusahaan juga berfokus pada mobilitas internal, di mana 4 dari 10 (43%) perekrut di Indonesia mengatakan bahwa prioritas saat ini adalah menyediakan jenjang karier di perusahaan mereka.

"Sejalan dengan kesadaran tersebut, kami melihat jumlah pengguna yang berinteraksi dengan konten AI di LinkedIn Learning Hub global meningkat 5 kali secara tahunan. Perusahaan dan profesional harus mengadopsi keadaan pembelajaran yang lebih sustainable," tambah Rohit.

Menurut Workplace Learning Report terbaru dari LinkedIn, sebanyak 95% profesional Learning & Development (L&D) di Asia Tenggara percaya bahwa keterampilan manusia semakin kompetitif. 

Secara khusus, ilmu komunikasi telah menjadi keterampilan yang paling dicari di daftar LinkedIn untuk tahun 2024 di semua negara di Asia Pasifik, meliputi Indonesia, Australia, China, India, Jepang, Filipina, dan Singapura. 

Selain itu, 43% manajer perekrutan di Indonesia menganggap potensi pertumbuhan individu dan kemampuan untuk belajar menjadi faktor paling penting ketika mengevaluasi kandidat internal maupun eksternal.

Hingga 97% perusahaan di Indonesia juga akan mempersiapkan karyawan mereka untuk mampu berkompetisi di masa depan dengan meningkatkan kemampuan mereka untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keamanan kerja. 

Bahkan, hampir 6 dari 10 (57%) profesional HR di Indonesia akan menyediakan program pelatihan dan pengembangan online, serta memberikan kesempatan untuk eksperimen langsung menggunakan tools generative AI. Angka ini juga merupakan yang tertinggi di antara negara Asia Pasifik lainnya.

Mobilitas internal menjadi faktor yang semakin penting dalam menarik dan mempertahankan karyawan terbaik perusahaan. Hingga 62% pimpinan perusahaan di Indonesia memprioritaskan jenjang karier di tahun ini, lebih banyak daripada negara di Asia Pasifik lainnya seperti Singapura (52%), India (48%), dan Australia (39%).

Oleh sebab itu, untuk membantu perusahaan beralih ke pendekatan yang berorientasi pada skill, LinkedIn memperkenalkan pengalaman berbasis AI yang inovatif.

Misalnya, Recruiter 2024 akan dibantu kecerdasan buatan dari LinkedIn, untuk memungkinkan perekrut dengan cepat mengakses rekomendasi kandidat berkualitas. Fitur-fitur ini akan diluncurkan di Asia Pasifik pada akhir Februari.

LinkedIn juga akan meluncurkan pelatihan yang didukung oleh AI di LinkedIn Learning, chatbot yang memberikan saran secara real-time dan rekomendasi konten yang disesuaikan dengan jabatan dan tujuan karier pengguna, serta keterampilan yang mereka ikuti. Saat ini, ini tersedia untuk pelanggan Asia Pasifik dan berbahasa Inggris

Terakhir, pada awal Maret nanti, LinkedIn akan meluncurkan fitur career development dan mobilitas internal baru di dalam LinkedIn Learning untuk membantu karyawan mempelajari skill penting lainnya. Fitur ini akan tersedia dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Hindi, Jepang, Melayu, dan lain-lain.

"Kami berkomitmen untuk memberdayakan setiap bisnis dan profesional di Indonesia dan di seluruh dunia agar dapat beradaptasi dan berkembang di lingkungan bisnis yang berkembang pesat ini," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Kahfi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper