KPU Klaim Data Pemungutan Suara di Aplikasi Sirekap Telah Rampung Diperbaiki

Anshary Madya Sukma
Minggu, 25 Februari 2024 | 12:08 WIB
Warga mengakses aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) di Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga mengakses aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) di Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku telah memperbaiki masalah penghitungan suara pilpres di 74.181 tempat pemungutan suara (TPS) pada aplikasi Sirekap.  

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa persoalan tersebut terjadi karena data antara foto formulir C dan hasil yang diunggah ke Sirekap tidak sinkron.

"Sejak tanggal 15 Februari untuk Pemilu Presiden sudah dilakukan perbaikan sebanyak 74.181 TPS," ujarnya dalam siaran pers, dikutip Minggu (25/2/2024). 

Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan pada data perhitungan suara pemilu DPR sudah direalisasikan di 14.651 TPS. Kemudian untuk pemilu DPD itu sebanyak 10.512 TPS. 

Dia menjelaskan bahwa KPU juga melakukan perbaikan data suara untuk Pemilu Legislatif di tingkat DPRD dan DPD. Hanya saja, prosesnya dilakukan langsung oleh KPUD pada masing-masing daerah. 

"Sedangkan data anomali dalam Sirekap untuk Pemilu DPRD Provinsi dan Pemilu DPRD Kabupaten/Kota dilakukan proses perbaikan data oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota," imbuhnya.

Di samping itu, Hasyim juga mengklaim bahwa penghitungan suara berjenjang telah dilakukan secara bertahap. Dia merinci jadwal rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan akan berlangsung hingga Sabtu (2/3/2024). 

Sementara di tingkat Kabupaten/Kota dijadwalkan Selasa (5/3/2024). Adapun, rapat pleno provinsi berlangsung hingga Minggu (10/3/2024) dan di tingkat nasional bakal dilangsungkan hingga Rabu (20/3/2024).

"Bisa dikatakan temen-teman di luar negeri sudah selesai semua di 128 PPLN, hanya satu yang ditunda yaitu PPLN di Kuala Lumpur," pungkasnya.

Sebagai informasi, perolehan suara paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih unggul sementara pada hasil real count KPU pada (25/2/2024) hingga pukul 11.00 WIB.

Paslon yang didukung oleh partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu berhasil mengantongi 71.857.193 suara atau 58,83%. Diikuti, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang meraup 29.745.488 atau 24,35%.

Selanjutnya, paslon yang didukung Koalisi PDIP hingga Perindo, Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 20.543.167 atau setara 16,82%.

Sementara itu, sejauh ini baru terdapat sembilan partai politik yang berhasil melebihi ambang batas parlemen. Nantinya, parpol yang berhasil lolos akan memperebutkan perolehan kursi DPR. 

Mereka di antaranya, PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, NasDem, PKS, Demokrat, PAN dan PPP. Mengacu data KPU, PDIP paling mendominasi suara dengan meraih 12.254.929 suara atau 16,51%.

Secara terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja memaparkan terdapat enam persoalan pada penghitungan suara Pemilu 2024.

Keenam masalah penghitungan suara Pemilu 2024 itu yakni, soal 11.233 TPS yang didapati adanya Sirekap tidak dapat diakses oleh pengawas pemilu, saksi, dan/atau masyarakat.

Kemudian, sebanyak 3.463 TPS yang didapati melakukan penghitungan suara dimulai sebelum waktu pemungutan suara selesai.

Ketiga, ada 2.162 TPS yang ditemukan ketidaksesuaian jumlah hasil penghitungan surat suara yang sah dan surat suara yang tidak sah dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih.

Selanjutnya, terdapat 1.895 TPS yang didapati Pengawas TPS tidak diberikan Model C Hasil Salinan. Kelima, sebanyaj 1.888 TPS yang didapati Saksi, Pengawas TPS, dan warga masyarakat tidak dapat menyaksikan proses penghitungan suara secara jelas.

Terakhir, terdapat sebanyak 1.473 TPS telah ditemukan adanya intimidasi terhadap penyelenggara Pemilu 2024.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper