Profil Flip, Startup Fintech yang Reorganisasi Demi Keberlanjutan Bisnis

Crysania Suhartanto
Rabu, 10 Januari 2024 | 22:37 WIB
Logo Flip/tangkapan layar YouTube
Logo Flip/tangkapan layar YouTube
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan rintisan (startup) penyedia jasa pembayaran PT Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi atau Flip melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk menjamin keberlangsungan bisnis.

CEO dan Co-founder Flip Rafi Putra Arriyan mengatakan hal ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang tidak menentu, sehingga berdampak negatif pada arus kas perusahaan.

“Kondisi ekonomi global hingga saat ini masih tidak menentu. Hal tersebut memberikan dampak kepada hampir semua lini usaha, tidak terkecuali Flip. Demi menjamin keberlangsungan bisnis Flip, manajemen dengan berat hati melakukan reorganisasi internal,” ujar Rafi dalam keterangan yang diterima Bisnis, Rabu (10/1/2023).

Keterangan tersebut memang tidak memberitahukan jumlah karyawan yang terdampak. Namun, Rafi mengaku semua pihak yang terdampak akan diberikan kompensasi secara adil sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Flip merupakan perusahaan transaksi digital yang pertama kali didirikan pada 2015 di Depok, Jawa Barat, oleh sang CEO Rafi Putra Arriyan, Luqman Sungkar, dan Ginanjar Ibnu Solikhin.

Ide awalnya, Rafi cs ingin membuat sebuah aplikasi yang dapat mentransfer uang dengan harga murah dan tidak ribet.

Alhasil di tahun yang sama, Flip mulai berkembang dengan memanfaatkan aplikasi survei Typeform. Lalu beberapa bulan setelahnya, Flip versi Beta pun diluncurkan.

Hanya satu tahun kemudian, Flip memperoleh lisensi dari Bank Indonesia.

Kemudian pamor Flip mulai dilirik investor pada 2019, saat mendapatkan seed funding dari Sequoia Capital India dan Insignia Venture Partner.

Saat itu, memang tidak diketahui berapa dana yang digelontorkan kedua modal ventura ini. Namun tak lama kemudian, Flip menghadirkan Big Flip, solusi manajemen keuangan bisnis untuk perusahaan dan UMKM.

Lalu, Flip pun kembali memperoleh pendanaan seri A dari Sequoia Capital India, yang lagi-lagi tidak diketahui jumlahnya.

Kemudian, pada 2021, mulai melancarkan ekspansinya. Flip meluncurkan Flip Globe, solusi kirim uang ke luar negeri.

Dengan pencapaian tersebut, Flip pun memperoleh penghargaan LinkedIn Top Startup. Selain itu, ketiga pendiri Flip juga dianugerahi Forbes 30 under 30.

Menjelang akhir tahun, tepatnya pada Desember 2021, Flip kembali mendapatkan suntikan dana dari Sequoia Capital India, bersama dengan Insight Partners dan Insignia Venture Partner untuk pendanaan seri B senilai US$48 juta.

Setahun setelahnya, Flip kembali mendapat pendanaan Seri B putaran kedua yang dipimpin oleh Tencent dengan partisipasi dari Block, Inc. (sebelumnya bernama Square, Inc.) dan investor pendahulu (existing), Insight Partners. Pendanaan ini senilai US$55 juta atau Rp811 miliar.

Sejumlah investor global terkemuka juga ikut serta dalam putaran ini, termasuk Guillaume Pousaz, Pendiri & CEO Checkout.com, melalui Zinal Growth; Gokul Rajaram, Executive di Doordash dan Board Member di CoinBase dan Pinterest; dan Michael Vaughan, mantan Chief Operating Officer (COO) Venmo.

Di saat inilah, Flip pernah menjadi satu dari 10 startup Indonesia dengan pertumbuhan karyawan yang cukup pesat, padahal sebagaimana diketahui pada tahun tersebut badai PHK baru bermula.

Berdasarkan catatan Bisnis, karyawan Flip naik hingga 142%, dari 174 karyawan menjadi 420 karyawan setelah mendapatkan pendanaan Rp1,5 triliun dari Tencent.

Setelah itu, Flip pun meluncurkan fitur Minta Uang untuk mempermudah proses transfer uang hanya dengan menggunakan satu tautan (link). Kemudian, Flip kembali berinovasi dengan menghadirkan fitur multi transfer untuk mengirimkan uang dan e-money ke banyak penerima sekaligus.

Pada 2023, Flip pun meluncurkan fitur Zakat dan Sedekah, serta donasi kode unik yang bekerja sama dengan Kitabisa dan Rumah Zakat. Selain itu, Flip juga meluncurkan fitur Saldo untuk mempermudah transaksi dan menghadirkan layanan langganan untuk makin hemat saat bertransaksi.

Namun, sayangnya banyaknya pendanaan dan inovasi ini tidak dapat menyelamatkan Flip dari dinamika ekonomi global yang tengah memburuk, sampai akhirnya Flip melakukan PHK di 10 Januari 2024.

Akan tetapi, hingga waktu tersebut, Flip sudah melayani lebih dari 13 juta pengguna dan 1000 perusahaan serta UMKM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper