TikTok Cs Renggut Cuan Pemilu Pedagang Konveksi Tanah Abang Lewat Harga Murah

Dwi Rachmawati,Ni Luh Anggela
Senin, 8 Januari 2024 | 17:44 WIB
Ilustrasi transaksi e-commerce./ Dok Freepik
Ilustrasi transaksi e-commerce./ Dok Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menerima laporan penjualan UMKM konveksi yang mengalami penurunan signifikan.

Keuntungan yang sebelumnya diraih oleh pelaku UMKM selama periode kampanye menjelang pemilihan umum (Pemilu) berpindah ke e-commerce seperti TikTok, Tokopedia, Shopee dan lain-lain karena harga murah yang mereka tawarkan. 

Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Yulis mengatakan periode pesta demokrasi belum memberikan dampak signifikan pada penjualan produk peraga kampanye di kalangan pelaku usaha konveksi. 

Dia menyebut, dari survey yang dilakukan kepada 15 pelaku usaha di Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen, terjadi penurunan penjualan peraga kampanye sekitar 40-90% dibandingkan periode pemilu 2019. 

Yulius membeberkan, sejumlah faktor diduga menjadi penyebab anjloknya penjualan UMKM konveksi tersebut seperti pemasanan produk peraga kampanye melalui UMKM binaan partai, waktu kampanye yang singkat hingga penjualan di e-commerce yang lebih murah.

“Kemungkinan penurunan penjualan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor antara lain harga penjualan produk kampanye secara online lebih murah,” kata Yulius, Senin (8/1/2024). 

Alat peraga kampanye di TikTok Shop
Alat peraga kampanye di TikTok Shop

Selain itu, kata Yuoisu, penyebab lainnya adalah tren kampanye peserta pemilu mengalokasikan dananya untuk memanfaatkan media sosial buzzer dan influencer untuk kampanye, peserta pemilu lebih memilih membagikan sembako dan tunai dibandingkan membagikan kaos.

Menurutnya, saat ini periode kampanye cenderung lebih singkat yaitu sekitar 2,5 bulan. Padahal, pada periode pemilu 2019 masa kampanye ditetapkan selama hampir 6 bulan.

Di sisi lain, Yulius menyebut adanya perubahan tren peserta pemilu (partai politik) dalam memanfaatkan dana kampanyenya. Alih-alih membeli atribut seperti kaos, bendera dan topi, kini para peserta pemilu lebih memilih membagikan sembako dan bantuan tunai.

Adapun untuk mengatasi kendala UMKM konveksi tersebut, Yulius mengusulkan pembentukan wadah pemasaran online terpadu. Khususnya untuk pelaku konveksi di pasar konvensional.

"Koordinasi akan dilakukan bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan lintas Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, untuk mendorong terciptanya marketplace PD Pasar Jaya sebagai wadah pemasaran bagi Pelaku UMKM di lingkungan PD Pasar Jaya," ucap Yulius.

Alat peraga kampanye salah satu capres di TikTok Shop
Alat peraga kampanye salah satu capres di TikTok Shop

Sebelumnya, berdasarkan penulusuran Bisnis pada Oktober 2023. Pasar Tanah Abang bukan lagi magnet bagi masyarakat berbelanja produk tekstil dan pakaian. 

Salah seorang pedagang di Blok A, Lasmawati mengaku hingga kini bakul pakaiannya tetap mengalami sepi pembeli. Para pembeli yang berdatangan tak seramai dulu. Tidak ada lagi keriuhan tumpah ruah layaknya Tanah Abang sedekade lalu.

“Belum ada perubahan, masih santai. Kadang orangnya banyak tetapi tidak membeli,” ungkap Lasmawati saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jumat (13/10/2023).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper