Jelajah Sinyal 2023: Ada yang Kurang di Surga Seafood Kampung Solor Kupang

Afiffah Rahmah Nurdifa
Minggu, 26 November 2023 | 13:57 WIB
Pedagang menyiapkan makanan olahan seafood khas Kupang di Pasar Malam Kampung Solor, Kota Lama, Kupang, NTT, Jumat (24/11/2023). JIBI/BISNIS/Himawan L Nugraha
Pedagang menyiapkan makanan olahan seafood khas Kupang di Pasar Malam Kampung Solor, Kota Lama, Kupang, NTT, Jumat (24/11/2023). JIBI/BISNIS/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, KUPANG -- Kehidupan malam di Kota Lama, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kurang meriah. 'Surga' kuliner seafood itu belum lengkap. Meski hasil dari Laut Sawu segar-segar, tanpa internet dan ekosistem pendukungnya, tempat kuliner itu seperti sayur tanpa garam.

"Banyak yang minta pembayaran online, transfer ke bank, QRIS juga banyak diminta, mereka tidak bawa cash. Tetapi, kami belum sediakan, kami sudah ajukan ke bank, belum dikasih oleh bank," ungkap Yunita Talmar, salah satu pedagang di Surga itu, Sabtu (26/11/2023).

Kesalahan bukan di jaringan internet. Di sana, layanan data dapat mengalir cukup lancar. Tetapi memang, agar lebih bergairah pedagang-pedagang di Kampung Solor butuh dukungan ekosistem internet yang lebih lengkap, seperti perangkat pembayaran QRIS. 

Beberapa kali, Yunita telah meminta barcode ke perbankan, tetapi belum direalisasikan. Dia melihat potensi penggunaan QRIS makin besar karena mudah dan banyak dicari oleh pelanggannya. 

Nyaris 70% pengunjung menanyakan metode pembayaran QRIS. Namun, Yuni menawarkan metode lain yaitu transfer ke bank. 

Menjadi pedagang adalah mata pencarian utama wanita berusia 30 tahun tersebut. Dengan ramah dia menawarkan berbagai menu seafood menarik. Dari sekian banyak jenis ikan dan seafood yang ditawarkan, tim Bisnis berkesempatan menikmati ikan Kerapu kuah asam, ikan kerapu bakar, dan kerang asam manis. 

"Bisnis sudah dari tahun 2008 kami disini untuk menafkahi keluarga. Kami ambil hasil ikan-ikan ini segar langsung dari lautnya," kata Yunita.

Surga kuliner seafood memang bukan isapan belaka, berbagai makanan yang dihidangkan memiliki cita rasa yang kuat dan menggungah selera. kuah asam berbumbu kuning dipadukan dengan ikan kerapu menjadi penyegar di kala penat.

Tak kalah, ikan bakar dengan sambal merah dan lalapan pun membangunkan nafsu makan hingga ludes tak tersisa. Kerang asam manis menjadi rebutan lantaran rasa bumbu yang kuat, perpaduan asam dan manis meresap ke dalam daging kerang membuat rasa nya sempurna. 

Daging ikan kerapu dan seafood yang kami cicipi itu diambil langsung dari para nelayan di Pelabuhan Perikanan Oeba, segar langsung dari laut Sawu. 

"Ada banyak yang bisa diolah, kami sediakan ikan bakar, kuah asam, asam manis, itu yang paling sering dibeli," tuturnya. 

Yunita menyebutkan omzet penjualan seafood di setiap malam dapat berkisar Rp4-7 juta. Jumlah tersebut didapatkan dari harga olahan seafood yang dipatok mulai dari Rp50.000 hingga Rp200.000 per menu. 

Pedagang menyiapkan ikan segar untuk masakan olahan seafood khas Kupang di Pasar Malam Kampung Solor, Kota Lama, Kupang, NTT, Jumat (24/11/2023).
Pedagang menyiapkan ikan segar untuk masakan olahan seafood khas Kupang di Pasar Malam Kampung Solor, Kota Lama, Kupang, NTT, Jumat (24/11/2023).

Penjualannya makin laris manis seiring berkembangnya waktu hingga Kampung Solor makin disoroti di era digitalisasi ini. Dia pun mengungkap ada banyak wisatawan asing yang mampir mencicipi olahannya.

Di luar Kampung Solor, penggunaan QRIS pun sudah masif dilakukan kedai di NTT. Salah satunya, Dapoer Chaca yang telah menghadirkan barcode QRIS dalam waktu setahun ke belakang. 

Kedai rumahan di Kupang itu memberlakukan pembayaran QRIS tak lain karena bergesernya tren pembayaran digitalisasi di tengah masyarakat lokal. 

Semula, warga Kupang hanya menggunakan uang tunai atau cash. Kini, pembayaran QRIS melalui aplikasi banking maupun dompet digital menjadi alternatif baru. Apalagi, didukung jaringan internet yang optimal di wilayah ini. 

Di pukul 11.40 WITA, tim Bisnis menyambangi kedai tersebut dan memesan menu baby cumi rica dan ikan kakap goreng. Pesanan pun langsung dibuat hingga dalam 15 menit kemudian siap disantap.  

Sayangnya, sang pemilik belum berkenan untuk keluar dari dapur dikarenakan pesanan yang membludak di jam makan siang. Alih-alih pemilik, seorang kasir wanita menyebutkan bahwa pembayaran QRIS menjadi metode yang paling banyak dipilih pelanggan karena kemudahannya. 

"Iya, sudah setahun lebih bisa pakai QRIS. Sekarang banyak yang pakai, karena sudah jarang yang bawa uang tunai," katanya ketika ditemui Tim Jelajah Sinyal di Kelapa Lima, Kupang, NTT, Jumat (24/11/2023). 

Adapun, Tim Jelajah Sinyal menyicipi beberapa menu khasnya yaitu baby cumi rica, ikan goreng, lalapan, tahu dan tempe, hingga kopi. Pada jam makan siang pukul 12.30 WITA, pengunjung tak henti-henti berdatangan ke Dapoer Chaca. Sajian makanan pun diolah langsung setelah pemesanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper