WeWork Bangkrut di AS dan Kanada, Operasi Bisnis di China Pilih Opsi Berbeda

Jessica Gabriela Soehandoko
Selasa, 7 November 2023 | 16:44 WIB
Wework
Wework
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - WeWork di China mengumumkan tidak bergabung ke dalam rencana restrukturisasi menghindari kebangkrutan di WeWork Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Mengutip ReutersSelasa (7/11/2023) WeWork China menyebut perusahaan memiliki kemampuan operasi dan manajemen yang independen. WeWork China sendiri bukanlah cabang atau unit dari WeWork.

WeWork adalah perusahaan rintisan dengan bidang usaha menyewakan tempat untuk kantor bersama. Saat ini WeWork tengah mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS dan Kanada. Perusahaan rintisan yang didukung SoftBank Group mitu mendaftarkan aset dan kewajiban dalam kisaran US$10-US$50 miliar, atau setidaknya Rp155 triliun dalam petisi Bab 11 yang diajukan di New Jersey. 

Mengutip Bloomberg, Selasa (7/11), di bawah hukum Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Amerika, WeWork berharap dapat untuk terus beroperasi sambil merumuskan rencana untuk melunasi utangnya dan menghindari kebangkrutan.

Pada awal 2023, perusahaan mencapai kesepakatan restrukturisasi utang besar-besaran. Namun tak lama perusahaan kembali mengalami kesulitan keuangan.

Kemudian, pada Agustus 2023, WeWork menuturkan bahwa ada keraguan besar mengenai kemampuannya untuk terus beroperasi. Beberapa minggu kemudian, perusahaan menuturkan bahwa akan menegosiasikan kembali hampir semua sewanya dan keluar dari lokasi-lokasi berkinerja buruk. 

Per Juni 2023, bisnis real estat WeWork tersebar di 777 lokasi di 39 negara, dengan tingkat hunian mendekati level pada 2019. Namun, Perusahaan juga belum mencatatkan keuntungan.

WeWork sendiri IPO pada 2021, melalui penggabungan dengan perusahaan akuisisi dengan tujuan khusus, setelah dua tahun sebelumnya rencana IPO-nya gagal di tengah kekhawatiran investor mengenai tata kelola, penilaian dan prospek pertumbuhan perusahaan.

Kesepakatan yang gagal tersebut menyebabkan sang pendiri Adam Neumann mengundurkan diri sebagai CEO dan menyebabkan penurunan dramatis dalam penilaian WeWork, yang pernah mencapai US$47 miliar.

Perusahaan-perusahaan serupa, yakni ruang kantor bersama, juga terpuruk setelah pandemi yang mengubah kebiasaan kerja mereka. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper