Driver Gojek Singapura Full Senyum Komisi Turun Hari Ini, Mitra di RI Sabar Dulu

Ni Luh Anggela
Rabu, 1 November 2023 | 09:00 WIB
Warga mengorder ojek online di Jakarta./Bisnis-Abdurahman
Warga mengorder ojek online di Jakarta./Bisnis-Abdurahman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mitra driver Gojek di Singapura hari ini hingga akhir tahun mendapat keringan biaya layanan atau komisi seiring dengan kebijakan perusahaan yang menurunkan komisi di sana dari 15%  menjadi 10%.

Nilai tersebut setengah dari komisi yang harus dibayarkan oleh mitra driver Gojek di Indonesia yang sebesar 20%. 

Melansir dari CNA, Rabu (1/10/2023)  Gojek akan mengurangi komisi yang dikumpulkan dari mitra driver di Singapura mulai 1 November 2023 hingga akhir 2024. 

Perusahaan teknologi yang melayani angkutan melalui jasa ojek ini menyebut, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan dari mitra driver, sekaligus memastikan layanan Gojek tetap dapat diandalkan dan diakses oleh konsumen.

“Langkah ini sejalan dengan komitmennya untuk mendukung pengemudi dan memastikan mereka dapat membangun mata pencaharian berkelanjutan di platform Gojek,” jelas perusahaan, melansir CNA, Kamis (19/10/2023).

Di samping itu, dipangkasnya komisi juga mendukung upaya berkelanjutan Gojek untuk meningkatkan pemasukan mitra per harinya, dan membantu meningkatkan pengalaman layanan ride-hailing bagi pelanggan secara keseluruhan.

Sementara itu di Indonesia, Gojek belum berencana melakukan penurunan komisi.  

Senior Vice President Corporate Affairs Gojek Rubi W Purnomo mengatakan besaran biaya layanan (komisi) Gojek atau dalam regulasi disebut sebagai biaya sewa penggunaan aplikasi oleh mitra driver, nominalnya bisa berbeda-beda tergantung kondisi serta situasi pasar di setiap negara. 

Misalnya, ketersediaan mitra pengemudi dan juga tingkat permintaan konsumen. Jumlah mitra driver di Singapura tentu lebih sedikit dibandingkan dengan di Indonesia, pun dengan permintaan konsumen. Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara memiliki jumlah permitaan yang jauh lebih tinggi. 

“Semuanya ditujukan untuk memastikan keandalan layanan kami di setiap wilayah kami beroperasi,” kata Rubi kepada Bisnis, Minggu (22/10/2023). 

Sementara itu untuk pasar Indonesia, kata Rubi, naik-turun biaya sewa penggunaan aplikasi maupun tarif, mengacu pada  aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Keputusan Menteri Perhubungan No.1001/ 2022 mengatur mengenai hal tersebut. 

Gojek tidak dapat serta merta menurunkan biaya komisi seperti yang terjadi di Singapura. 

Kendati demikian, kata Rubi, khusus di Indonesia, selain pendapatan yang didapat dari setiap order, Gojek juga menghadirkan program bernama Gojek Swadaya. 

Melalui Gojek Swadaya, mitra driver dapat mengakses berbagai manfaat khusus mulai dari paket pulsa atau internet murah, perlindungan asuransi serta jaminan sosial, hingga berbagai voucer diskon yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Seperti voucher pembelian makanan, bahan bakar, sembako, sampai dengan perawatan kendaraan.

“Pada prinsipnya kami senantiasa menerapkan formula yang tepat untuk memastikan kondisi operasional layanan Gojek berjalan dengan baik, sehingga layanan transportasi Gojek dapat terus menjadi andalan masyarakat dalam bermobilitas,” kata Rubi.

Penulis : Ni Luh Anggela
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper