Penyelidikan Autopilot Tesla Segera Berakhir, Ini Bocoran Hasilnya

Redaksi
Senin, 28 Agustus 2023 | 17:15 WIB
Pengunjung melihat-lihat mobil Tesla Model 3 di samping Model Y yang dipajang di showroom Tesla di Beijing, China, 4 Februari 2023./Reuters-Florence Lo
Pengunjung melihat-lihat mobil Tesla Model 3 di samping Model Y yang dipajang di showroom Tesla di Beijing, China, 4 Februari 2023./Reuters-Florence Lo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Penyelidikan NHTSA terhadap perusahaan produsen kendaraan listrik Tesla terkait fitur kemudi otonom disebut akan segera berakhir, dengan putusan akhir NHTSA memaksa perusahaan untuk melakukan perbaikan pada pemantau kemudi kendaraan.

Melansir Electrek, Senin (28/8/2023), National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) AS pertama kali menyelidiki Tesla terkait fitur autopilot pada tahun 2021 atas dugaan keterlibatannya dalam 11 kecelakaan. Sejak itu, administrasi keselamatan lalu lintas nasional AS ini telah melakukan penyelidikan terhadap 16 kasus kecelakaan terkait fitur autopilot Tesla.

Pejabat Administrator NHTSA, Ann Carlson, mengatakan bahwa penyelidikan terkait kecelakaan yang diduga akibat fitur autopilot Tesla akan segera berakhir.

“Sangat penting bagi pengemudi untuk berhati-hati. Penting juga bagi sistem pemantau kemudi untuk memperhatikan soal manusia yang terlalu mempercayai teknologi,” tambah Carlson, mengisyaratkan urgensi Tesla mulai memberikan perhatian ekstra terhadap pemantau kemudi.

Tesla kerap dikritik karena sistem pemantau kemudinya yang sebelumnya hanya sebatas sensor torsi di roda kemudi.

Produsen mobil tersebut meminta para pengemudi untuk tetap memegang kemudi, tetapi mobil sendiri tidak dapat mendeteksi apakah para pengemudi memegang kemudi atau tidak sebab sistem pemantau kemudi hanya dapat mendeteksi kapan torsi digunakan.

Baru-baru ini, sistem pemantau kemudi Tesla disebut meningkat pesat dengan penggunaan kamera yang menghadap ke pengemudi. Kamera tersebut berfungsi untuk mendeteksi ketika pengemudi tidak memperhatikan jalan.

Sejumlah pihak memprediksi penarikan kembali secara masif akan kembali dialami Tesla, meskipun perbaikan terkait sistem pemantau kemudi dan yang lainnya mungkin telah dilakukan kepada seluruh armada saat penarikan kembali itu diumumkan nantinya.

Sebelumnya, fitur kemudi otonom atau autopilot yang menjadi kebanggaan Tesla ini diketahui banyak bermasalah. Seorang mantan insinyur Tesla mengonfirmasi bahwa fitur autopilot memang tidak dirancang untuk menghindari kecelakaan. Dengan kata lain, meski mengaktifkan fitur yang membuat kendaraan dapat berjalan sendiri, pengemudi tetap harus memperhatikan kondisi jalan selama berkendara untuk menghindari situasi tak terduga.

“Jika ada perubahan lalu lintas atau potensi perubahan lalu lintas, autopilot pada saat itu tidak dirancang untuk mendeteksinya,” ungkap seorang mantan insinyur dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Florida. (Lydia Tesaloni Mangunsong)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper