Indosat dan XL Axiata Terapkan Green Tower, Solusi Kondisi Udara Jakarta yang Buruk

Leo Dwi Jatmiko
Selasa, 22 Agustus 2023 | 15:48 WIB
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan di sejumlah menara (Gren Tower) untuk menekan penggunaan energi saat memberikan layanan ke pelanggan. 

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk polusi udara di Jakarta yang makin tinggi. Diketahui, polusi udara di Jakarta kembali menduduki peringkat 1 di dunia pada Selasa (22/8/2023) pagi jam 08.13 WIB.

Kuwait City menyusul di posisi 2 dan Baghdad, Iraq yang berada di posisi 3. Berdasarkan data IQAir, tingkat polusi Ibu Kota berada di angka 172. 

SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan perseroan terus mempertahankan komitmen kuatnya untuk memberikan dampak sosial positif melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dan mendorong keberlanjutan. 

Indosat juga menggunakan teknologi yang rendah energi di sejumlah menara untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. 

“Pendekatan kami mencakup perubahan perilaku untuk mengurangi konsumsi energi, seperti pemasangan panel surya, baterai berkualitas tinggi, dan intelligence cell sleep mode pada mobile base stations,” kata Steve kepada Bisnis, Selasa (22/8/2023). 

Steve mengatakan praktik-praktik berwawasan lingkungan yang dilakukan perusahaan mengurangi jejak karbon ISAT, mendorong masa depan yang lebih berkelanjutan untuk Indonesia, dan sejalan dengan upaya perubahan iklim global.

Sementara itu, Group Head Corporate Communications XL Axiata Retno Wulan mengatakan perusahaan melakukan berbagai macam inisiatif yang berdampak langsung pada penggunaan listrik, seperti power optimization dengan penerapan AI, peningkatan optimisasi tower untuk tower hemat energi dan solar panel pada 202 menara. 

Selain dari sisi operasionalisasi menara dan power, dilakukan juga efisiensi pada rantai pasok dan juga paket rendah emisi. Produk digital juga ditumbuhkan secara masal agar pelanggan lebih memilih produk rendah emisi.

Dari sisi budayan perusahaan, ditumbuhkan penggerak program rendah emisi melalui Carbon Warrior yaitu kumpulan karyawan yang peduli pada emisi karbon dan yang menjadi agen perubahan.

“XL Axiata terus berupaya menerapkan prinsip ESG dengan mendukung target Indonesia menurunkan emisi karbon 43.2% di tahun 2030, dan di lingkup operasional perusahaan menurunkan emisi karbon 45 persen dari 2020 baseline pada tahun 2030,” kata Wulan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper