Penelitian Akamai: Serangan Ramsomware Selalu Incar UKM

Restu Wahyuning Asih
Rabu, 16 Agustus 2023 | 20:16 WIB
Ilustrasi ransomware/Freepik
Ilustrasi ransomware/Freepik
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Akamai Technologies merilis laporan "State of the Internet" yang menunjukkan adanya teror ramsomware yang mengalami peningkatan.

Penelitian Ransomware on the Move: Teknik Eksploitasi menemukan bahwa celah kerentanan pada Zero-Day dan One-Day telah menyebabkan peningkatan total korban ransomware hingga 204 persen antara Q1 2022 dan Q1 2023 di kawasan Asia-Pasifik dan Jepang (APJ).

Adapun industri yang menjadi paling sering diserang oleh pihak tak bertanggung jawab ini yakni manufaktur, layanan bisnis, konstruksi, ritel, serta energi, utilitas, dan telekomunikasi.

Temuan penting lainnya dari Ransomware on the Move: Teknik Eksploitasi adalah ditemukan fakta bahwa mayoritas korban ransomware di kawasan APJ adalah usaha kecil hingga menengah (UKM) dengan nilai kerugian yang dilaporkan hingga US$50 juta.

Direktur Teknologi dan Strategi Keamanan Akamai Dean Houari mengatakan bahwa pelaku bisnis harus bekerja untuk mengadopsi arsitektur zero trust.

"Dimulai dengan software defined microsegmentation untuk secara efektif mengurangi serangan dunia maya yang terus berkembang," ucapnya, Selasa (15/7/2023).

Kelompok ramsonware ini memfokuskan upaya pembobolan mereka pada eksfiltrasi file, ekstraksi tidak sah, atau transfer informasi sensitif.

Mereka yang pernah menjadi korban, dinilai kemungkinan 6x lebih besar untuk mengalami serangan kedua dalam waktu tiga bulan sejak serangan pertama.

Taktik serangan baru dari kelompok tak bertanggung jawab ini pun menunjukkan bahwa solusi pencadangan file tidak lagi menjadi strategi yang memadai untuk melindungi dari ransomware.

“Musuh di balik serangan ransomware terus mengembangkan teknik dan strategi mereka yang menyerang inti organisasi dengan cara mengekstraksi informasi penting dan sensitif mereka,”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper