Apa Itu Peristiwa Ekuinoks? Siang Tanpa Bayangan di Indonesia

Restu Wahyuning Asih
Senin, 13 Maret 2023 | 09:19 WIB
Matahari terbit/itimes.com
Matahari terbit/itimes.com
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Peristiwa ekuinoks diprediksi akan segera terjadi di Indonesia pada 21 Maret 2023 di Dunia.

Nantinya, matahari akan berada di atas garis khatulistiwa yang mengakibatkan sejumlah daerah mengalami fenomena hari tanpa bayangan saat tengah hari.

Hal ini juga menyebabkan siang dan malam hari memiliki durasi yang sama panjang, yakni masing-masing 12 jam.

Peristiwa Ekuinoks juga diprediksi akan terjadi lagi pada September 2023.

Pengertian ekuinoks

Ekuinoks adalah sebuah peristiwa astronomi ketika kemiringan sumbu bumi dan orbit bumi mengelilingi matahari bergabung sedemikian rupa sehingga sumbu tidak cenderung menjauhi atau mendekati matahari.

Peristiwa Ekuinoks biasanya terjadi dua kali dalam setahun, tepatnya pada musim semi dan musim gugur.

Orang-orang terdahulu telah membangun observatorium pertama untuk melacak kemajuan matahari. Mereka menggunakan langit sebagai jam dan kalender.

Salah satu contohnya adalah di Machu Picchu di Peru, di mana batu Intihuatana, ditunjukkan di bawah, telah terbukti menjadi indikator yang tepat dari tanggal dua ekuinoks dan periode langit penting lainnya. Kata Intihuatana, secara harafiah berarti mengikat matahari.

Fakta menarik ekuinoks

Secara umum matahari terbit ke timur dan terbenam ke barat pada ekuinoks. Kecuali di Kutub Utara dan Selatan, Anda memiliki titik timur dan barat yang tepat di langit Anda.

Titik itu menandai perpotongan langit Anda dengan ekuator langit  garis imajiner di atas ekuator Bumi yang sebenarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper