TWOR Fokus Tingkatkan Aset pada 2023

Leo Dwi Jatmiko
Kamis, 15 Desember 2022 | 18:36 WIB
Wakil Presiden Direktur PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) Adam Gifari dalam public expose live 2022, Selasa (13/9/2022)/Bisnis-Annisa Saumi.
Wakil Presiden Direktur PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) Adam Gifari dalam public expose live 2022, Selasa (13/9/2022)/Bisnis-Annisa Saumi.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) akan terus memacu pertumbuhan aset pada tahun depan sejalan dengan rencana perusahaan untuk menjadi perusahaan infrastruktur telekomunikasi. 

Wakil Presiden Direktur Sarana Menara Nusantara Adam Gifari mengatakan sejak 2017 perusahaan melebarkan fokus (refocusing) bisnis dari murni sebagai penyediaan sewa menara (tower company) menjadi perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi. 

Dengan perubahan visi ini maka perusahaan terus berusaha memenuhi kebutuhan operator yang menjadi klien. 

“Jaringan revenue generating fiber optic kami Per September 2022  sudah mencapai 131.000 km. Termasuk 121.000km FTTT [fiber to the tower]. Pertumbuhan utilisasi FTTT ini di 2022 hampir 100 persen dibanding posisi 2021,” kata Adam kepada Bisnis, Kamis (15/12/2022). 

Pada tahun depan, lanjut Adam, perseroan berencana untuk terus meningkatkan kepemilikan aset infrastruktur telekomunikasi dan juga memperluas kapabilitas sebagai penyedia infrastruktur di Indonesia. 

Indonesia sendiri memiliki potensi yang luas dan besar bagi perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi. Berdasarkan data yang dihimpun TOWR, penetrasi internet masih di Indonesia sekitar 70 persen dari 270 juta lebih penduduk. Tidak hanya itu, sebanyak 60 persen pengguna internet mengeluhkan layanan internet yang kurang reliable/stabil. 

“Dengan 90-95 persen akses internet di Indonesia terjadi di jaringan wireless: kami yakin banyak kebutuhan infrastruktur di masa depan,” kata Adam. 

Sekadar informasi, sepanjang kuartal III/2022, Sarana Menara Nusantara mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,1 triliun atau meningkat 33,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kemudian, laba bersih yang dibukukan pada kuartal III/2022 mencapai Rp2,56 triliun, turun tipis 0,8 persen (yoy) karena depresiasi yang lebih tinggi dan beban bunga dari biaya pembiayaan yang lebih tinggi. Jika dibandingkan dengan laba bersih kuartal sebelumnya, meningkat 3,6 persen menjadi Rp868 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Thomas Mola
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper