Protes di Pabrik Iphone China, Kerugian Apple Bisa Rp15 Triliun per Minggu

Khadijah Shahnaz
Minggu, 27 November 2022 | 16:35 WIB
Pabrik iPhone terbesar di dunia di Kota Zhengzhou China milik Foxconn./Bloomberg
Pabrik iPhone terbesar di dunia di Kota Zhengzhou China milik Foxconn./Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kerusuhan terjadi di pabrik iPhone terbesar di dunia di Kota Zhengzhou China milik Foxconn yang dipicu aksi protes para karyawan yang mengeluhkan soal gaji dan ketakutan terhadap kenaikan kasus Covid-19.

Kerugian Apple, produsen teknologi asal Amerika Serikat diperkirakan mencapai US$1 miliar per minggu atau setara Rp15 triliun akibat penutupan dan kerusuhan di pabrik tersebut.

Dilansir dari CNN Business, Minggu (27/11/2022) Direktur pelaksana penelitian ekuitas di Wedbush Securities, Daniel Ives, menyatakan penghentian produksi yang berlangsung di pabrik Foxconn akan membahayakan untuk Apple.

“Setiap minggu penutupan dan kerusuhan ini, kami memperkirakan Apple menelan biaya [kerugian] sekitar US$1 miliar per minggu karena kehilangan penjualan iPhone. Sekarang sekitar 5 persen dari penjualan iPhone 14 kemungkinan terhambat karena penutupan brutal ini di China,” kata Daniel dikutip dari CNN Business, Minggu (27/11/2022)

Dia juga menilai dengan adanya kerusuhan ini akan mempercepat laju diversifikasi dari China ke negara-negara seperti India.

Terlebih dengan adanya permintaan untuk unit Iphone 14 selama liburan akhir pekan ini atau Black Friday, yang biasanya lebih tinggi daripada pasokan yang ada.

Kerusuhan ini pun bisa menyebabkan kekurangan pasokan menjelang liburan Natal. Ives juga menilai kerusuhan yang terjadi di Foxconn sejak Oktober ini akan menjadi pukulan besar pada Apple di kuartal IV/2022. Ives juga mengatakan di beberapa toko, menunjukan adanya kekurangan persediaan iPhone.

"Berdasarkan analisis kami, kami percaya kekurangan iPhone 14 Pro menjadi jauh lebih buruk selama seminggu terakhir dengan persediaan yang sangat rendah. Kami percaya banyak Apple Store sekarang memiliki kekurangan iPhone 14 Pro hingga 25 persen -30 persen di bawah normal menuju bulan Desember," ujarnya.

Ming-Chi Kuo, seorang analis di TF International Securities, menulis di Twitter bahwa lebih dari 10 persen kapasitas produksi iPhone global dipengaruhi oleh situasi di kota Zhengzhou.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper