Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Piala Dunia 2022 Rawan Kejahatan Siber, Waspadai Modusnya!

Terdapat sejumlah modus yang bisa digunakan penjahat siber untuk menipu korbannya terkait Piala Dunia 2022. Berikut ini modusnya.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 21 November 2022  |  08:41 WIB
Piala Dunia 2022 Rawan Kejahatan Siber, Waspadai Modusnya!
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Piala Dunia FIFA Qatar 2022 dinilai rawan kejahatan siber. Pasalnya, selain menarik ratusan juta penggemar di seluruh dunia, acara ini turut menarik perhatian para penjahat dunia maya yang ingin memperoleh uang dengan cepat.

Pakar keamanan di Kaspersky, Olga Svistunova, mengatakan pihaknya telah menganalisis situs web phishing terkait Piala Dunia dari seluruh dunia yang dirancang untuk mencuri data identitas dan perbankan pengguna.

"Peneliti Kaspersky telah menemukan halaman palsu yang menawarkan segalanya mulai dari tiket atau merchandise acara, hingga layanan streaming pertandingan, ditambah dengat banyak hadiah dan penipuan NFT yang mengeksploitasi Piala Dunia," kata Olga, Minggu (20/11/2022).

Adapun Olga memerinci, terdapat sejumlah modus yang bisa digunakan penjahat siber untuk menipu korbannya terkait Piala Dunia 2022.

Berikut modus kejahatan siber yang patut diwaspadai terkait Pilada Dunia 2022:

1.Penipuan tiket

Seperti halnya semua acara olahraga global besar, tiket palsu adalah umpan yang paling banyak digunakan untuk memikat para korban dan Piala Dunia tidak terkecuali.

Apalagi, sambung Olga, Qatar 2022 hanya menawarkan tiket digital, yang makin meningkatkan risiko untuk berhadapan dengan bahaya online. Kaspersky bahkan menemukan banyak halaman phishing yang menawarkan untuk pembelian tiket pertandingan FIFA.

"Tanpa perlu dikatakan, pengguna akan kehilangan data pribadi, detail perbankan, dan uang. Selain itu, penipu online juga dapat menggunakan data yang dicuri untuk tujuan lain atau menjualnya di Dark Web," ujarnya.

2. Hadiah

Menurutnya tidak ada acara publik besar tanpa para penipu yang menggunakan skema hadiah palsu. Pakar Kaspersky juga menemukan halaman phishing yang menawarkan untuk memenangkan dua tiket ke Piala Dunia.

3. Merchandise

Olga mengungkapkan cara lain untuk mencuri data pengguna adalah melalui toko merchandise palsu terkait FIFA. Setelah menerima tawaran T-shirt tim favorit, casing ponsel dengan pemain populer, atau bola bertanda tangan, penggemar justru bisa kehilangan uang karena penipuan online tersebut.

4. Penipuan kripto dan NFT

Olga menyebut ciri khas lanskap ancaman menjelang Piala Dunia 2022 adalah penyebaran aktif berbagai penipuan kripto, sebagian besar mengeksploitasi popularitas NFT.

Lewat modus ini, pengguna hanya perlu memasukkan kredensial dompet crypto, sehingga 'hadiah' akan langsung ditransfer. Dalam skenario seperti itu, penipu mendapatkan akses ke semua tabungan hingga data dompet terkait.

"Skema lain adalah penipuan investasi crypto yang mencurigakan. Penipu secara aktif membuat koin nyata dan meyakinkan pengguna untuk berinvestasi di dalamnya hingga menjanjikan potensi pertumbuhan mata uang kepada korban," imbuhnya.

5. Penerbangan dan akomodasi

Pakar Kaspersky telah mengamati banyak halaman phishing yang meniru layanan penerbangan yang menawarkan tiket ke Doha. Laman web yang dianalisis menunjukkan semua tanda klasik penipuan seperti tampilan menarik, kesalahan pengejaan, domain yang baru terdaftar, dan fungsi situs yang terbatas.

Menurutnya, meskipun situs tersebut meniru agregator tiket pesawat global, pengguna hanya dapat memilih Qatar dalam daftar negara tujuan. Setelah detail penerbangan dimasukkan, korban diberi kesempatan untuk memasukkan data pribadi bersama dengan ID dan informasi kartu kredit.

"Kami mendorong pengguna untuk berhati-hati ketika mereka menerima penawaran yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan dan selalu memeriksa keabsahan pesan yang diterima," ungkap Olga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala dunia 2022 piala dunia kejahatan siber pencurian data
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top