BAKTI Kominfo Diajak Kerja Sama Australia, Begini Ceritanya

Sholahuddin Al Ayyubi
Jumat, 28 Oktober 2022 | 08:13 WIB
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo Anang Achmad Latif memberikan pemaparan di sela-sela pelepasan Tim Bisnis Indonesia Jelajah Sinyal dan Literasi Digital 2022 di Jakarta, Kamis (27/10/2022)/JIBI/Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo Anang Achmad Latif memberikan pemaparan di sela-sela pelepasan Tim Bisnis Indonesia Jelajah Sinyal dan Literasi Digital 2022 di Jakarta, Kamis (27/10/2022)/JIBI/Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diajak bekerja sama dengan negara Australia untuk membuat program adventure tourism.

Direktur Utama BAKTI pada Kemenkominfo, Anang Achmad Latif menceritakan bahwa rencana kerja sama itu berawal ketika salah satu direksi dari BAKTI yang mengisi acara Tourism IT di Singapura.

Dalam kesempatan itu, direksi BAKTI tersebut juga sempat membahas mengenai program BAKTI yaitu menjelajah daerah terluar, tertinggal dan terdepan (3T) untuk membuat infrastruktur telekomunikasi.

"Kemudian langsung kita itu ditawarkan untuk membuat program semacam adventure tourism. Justru ini pangsa pasarnya adalah orang asing yang senang melihat keindahan alam Indonesia mereka senang seperti itu," tuturnya di sela-sela seremoni pelepasan program Jelajah Sinyal 2022: Menjangkau yang Terjauh, Kamis (27/10/2022).

Anang mengakui untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T sangat sulit. Menurut Anang, dirinya sempat menggunakan motor trail untuk menembus pelosok dan membangun satu BTS 4G di wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Kemudian, kata Anang, dirinya juga sempat temui dua air terjun saat perjalanan menembus pelosok Sumba NTT. Pesona wisata di daerah tersebut, jelasnya, sangat memikat dan tidak jauh berbeda dengan keindahan alam di Swiss.

"Ini sebuah daerah yang kalau kita menunggu untuk infrastruktur dasarnya, bisa lima tahun lagi dijangkau oleh turis," katanya.

Maka dari itu, Anang berharap program adventure tourism itu bisa segera terwujud dan ada destinasi baru untuk turis mancanegara.

"Kita berharap ini segera terwujud ya," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper