Ini Dia Jantung Tertua di Dunia, Usianya 380 Juta Tahun

Mia Chitra Dinisari
Jumat, 16 September 2022 | 15:15 WIB
Jantung tertua di dunia/metro
Jantung tertua di dunia/metro
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti telah menemukan jantung berusia 380 juta tahun yang diawetkan di dalam fosil ikan prasejarah.

Jantung itu milik seekor ikan yang dikenal sebagai Gogo, yang sekarang sudah punah.

Penemuan yang "menakjubkan", yang diterbitkan dalam jurnal Science itu, dibuat di Australia Barat.

Ilmuwan utama, Prof Kate Trinajstic dari Curtin University di Perth mengatakan di lokasi penemuan ikan ini di Kimberley, yang dikenal sebagai formasi batuan Gogo - mineral telah mengawetkan banyak organ dalam ikan, termasuk hati, lambung, usus, dan jantung.

"Ini adalah momen penting dalam evolusi kita sendiri. Ini menunjukkan rencana tubuh bahwa kita telah berevolusi sangat awal, dan kita melihat ini untuk pertama kalinya dalam fosil-fosil ini." ujarnya dilansir dari BBC.

Kolaboratornya, Prof John Long dari Flinders University di Adelaide, menggambarkan penemuan itu sebagai "penemuan yang mencengangkan".

"Kami belum pernah tahu apa-apa tentang organ lunak hewan setua ini, sampai sekarang," katanya.

Ikan Gogo adalah yang pertama dari kelas ikan prasejarah yang disebut placoderms. Ini adalah ikan pertama yang memiliki rahang dan gigi. Sebelum mereka, ikan tidak lebih besar dari 30cm, tetapi placoderms bisa tumbuh hingga sembilan meter panjangnya.

Plakoderma adalah bentuk kehidupan dominan di planet ini selama 60 juta tahun, ada lebih dari 100 juta tahun sebelum dinosaurus pertama berjalan di Bumi.

Pemindaian fosil ikan Gogo menunjukkan bahwa jantungnya lebih kompleks dari yang diperkirakan untuk ikan primitif ini. Itu memiliki dua kamar satu di atas satu sama lain, mirip dalam struktur dengan hati manusia.

Para peneliti menyarankan ini membuat jantung hewan lebih efisien dan merupakan langkah penting yang mengubahnya dari ikan yang bergerak lambat menjadi predator yang bergerak cepat.

Pengamatan penting lainnya adalah bahwa jantung jauh lebih maju di dalam tubuh daripada ikan yang lebih primitif.

Posisi ini diduga terkait dengan perkembangan leher ikan Gogo dan memberi ruang bagi perkembangan paru-paru lebih jauh ke garis evolusi.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper