Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bocah Ciamis Meninggal Diduga karena HP Meledak, Pakar: Perlu Diteliti Lebih Lanjut

Pakar menjelaskan kemungkinan smartphone atau HP meledak saat digunakan sembari diisi daya atau charging.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 07 Agustus 2022  |  19:08 WIB
Bocah Ciamis Meninggal Diduga karena HP Meledak, Pakar: Perlu Diteliti Lebih Lanjut
Ilustrasi ponsel terbakar. - Jibi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Seorang bocah ditemukan tewas di kediamannya di Desa Kiarapayung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Rabu (3/8/2022) dengan luka bakar pada bagian dadanya yang diduga akibat ponsel yang digunakan meledak.

IHM, bocah 9 tahun ini disebut-sebut tengah memainkan smartphone sembari diisi daya dan menyebabkan HP-nya meledak, hingga mengakibatkan luka bakar.

Insiden tersebut turut ditanggapi oleh pakar keamanan siber sekaligus teknologi dari Vaksincom Alfons Tanujaya. Menurutnya, kejadian naas tersebut patut diteliti lebih lanjut untuk memastikan penyebab meninggalnya bocah tersebut.

"Dalam kasus bocah Ciamis yang meninggal karena ponsel meledak ini sebaiknya diteliti lebih jauh oleh pihak berwenang apa sebenarnya penyebab kematian anak," kata Alfons, Minggu (7/8/2022).

Dia menilai ada yang perlu diluruskan mengenai berita bocah yang meninggal karena ponsel meledak itu. Sebab, bagian ponsel yang berpotensi melukai adalah baterai dan saat ini banyak perangkat yang menggunakan baterai litium, baik litium ion ataupun litium polimer.

Baterai litium jika tercolok, kembung atau terjatuh, sambung dia, akan mengakibatkan reaksi internal dan terbakar menimbulkan api kimia yang berbahaya dan dapat mengakibatkan luka bakar yang sangat serius.

"Namun apakah anak yang tertidur tidak akan bangun sekalipun badannya terbakar api dan baterai litium yang meledak dapat menyebabkan kematian instan?" tuturnya.

Dia tidak menampik bila ada beberapa kasus baterai litium yang meledak dan mengakibatkan kematian seperti baterai rokok elektrik yang meledak dan serpihannya melukai pembuluh darah arterinya.

Namun, imbuh Alfons, hal ini tidak terjadi secara instan. Baterai litium yang meledak sebenarnya lebih tepat dikatakan terbakar dan tidak meledak seperti bahan peledak atau tabung gas yang meledak karena kesannya sangat menakutkan.

"Salah satu kemungkinan yang perlu diperhitungkan adalah charger ponsel yang bermasalah. Ponsel tersebut dalam keadaan tercolok ke charger dan jika bocor atau korslet dapat mengirimkan arus listrik yang dapat melumpuhkan manusia sehingga tidak berdaya dan tetap diam meskipun dadanya terbakar," ucap Alfons.

Dengan begitu, dia menyarankan pihak terkait seperti perwakilan merek ponsel yang terkait, PLN dan pihak terkait lain turun tangan untuk memeriksa dan memastikan apa penyebab kematian bocah ini dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar tidak mengalami ketakutan yang tidak tepat.

Di sisi lain, ujar dia, masyarakat juga tetap waspada dengan baterai dan arus listrik. Pasalnya, penggunaan baterai litium ion dan litium polimer yang cukup luas patut mendapatkan perhatian seperti pada baterai rokok elektrik dan baterai skuter listrik yang ukurannya jauh lebih besar dan berbahaya dari baterai ponsel.

"Semoga hal ini dapat diluruskan dan masyarakat bisa mendapatkan pencerahan yang baik atas ancaman baterai dan bagaimana menangani dengan baik," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ponsel teknologi smartphone
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top