Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Resesi AS, Google hingga Meta Setop Rekrut Karyawan

Beberapa perusahaan teknologi, mulai dari Apple hingga Meta, memperlambat laju perekrutan karyawan akibat resesi ekonomi di Amerika Serikat.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  16:52 WIB
Resesi AS, Google hingga Meta Setop Rekrut Karyawan
Mark Zuckerberg, pendiri Meta Platforms Inc. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) saat ini terancam mengalami resesi ekonomi sehingga beberapa perusahaan teknologi mulai memperlambat laju perekrutan karyawan hingga tahun depan.

Berdasarkan laporan Bloomberg dikutip dari India Times pada Rabu (20/7/2022) Apple, produsen teknologi asal AS yang memiliki nilai valuasi hingga US$ 3 triliun tersebut berencana memperlambat pertumbuhan perekrutan dan pengeluaran tahun depan di beberapa unit teknologinya.

Adapun Apple tetap akan agresif pada 2023 dengan meluncurkan headset VR-realitas, yang akan menjadi kategori baru utama pertama sejak 2015. Sesuai laporan tahunan terakhirnya, Apple memiliki sekitar 154.000 karyawan penuh waktu yang setara.

Selain Apple, induk perusahaan Google, Alphabet, berencana memperlambat laju perekrutan karyawan hingga tahun depan. Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya perusahaan menghadapi potensi resesi ekonomi AS.

Chief Executive Officer Sundar Pichai kepada karyawannya dalam sebuah email yang dikirimkan pada Selasa (12/7/2022) mengatakan perusahaan akan fokus pada perekrutan peran teknik, teknis, dan yang penting lainnya pada periode 2022 dan 2023.

"Ke depan, kita harus lebih berwirausaha, bekerja dengan urgensi yang lebih besar, dan fokus yang lebih tajam. Dalam beberapa kasus, itu berarti mengkonsolidasikan investasi tumpang tindih dan merampingkan proses," kata Pichai dikutip dari Fortune, Rabu (13/7/2022).

Secara historis, Google tetap relatif kebal terhadap penurunan ekonomi di sektor teknologi. Tetapi, raksasa internet itu menghentikan perekrutan setelah krisis keuangan terjadi lebih dari satu dekade lalu.

Sebelumnya, Microsoft juga mengumumkan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.800 karyawannya. Kebijakan ini dilakukan di tengah periode ketidakpastian ekonomi yang belakangan berdampak pada sejumlah perusahaan rintisan.

Dilansir dari Bloomberg, Microsoft mengumumkan penyesuaian peran dan grup bisnis setelah akhir tahun fiskal (per 30 Juni 2022). Kebijakan PHK ini dilaporkan memengaruhi 1 persen dari total pegawai Microsoft, yang saat ini mencapai 180.000 orang. Tetapi, manajemen tidak menjelaskan secara spesifik kebijakan ini diterapkan pada regional atau divisi apa.

"Hari ini kami menghapus beberapa posisi di perusahaan, dalam jumlah yang kecil. Seperti semua perusahaan, kami mengevaluasi prioritas bisnis secara reguler dan harus melakukan penyesuaian struktural," kata Microsoft.

Bloomberg juga menyebutkan Meta Platforms yang berisikan Facebook, Instagram dan WhatsApp akan  memangkas target perekrutan untuk insinyur setidaknya 30 persen tahun ini dan memperingatkan semua staf untuk bersiap menghadapi penurunan ekonomi yang parah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Resesi ekonomi amerika serikat google meta facebook tenaga kerja

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top