Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ramai PHK, Ekonom Celios: Bisnis Startup Belum Jenuh

Ekonom Celios menilai bisnis startup belum menemui titik jenuh kendati ramai PHK karyawan.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 24 Juni 2022  |  19:58 WIB
Ramai PHK, Ekonom Celios: Bisnis Startup Belum Jenuh
Ilustrasi Startup. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom menilai bisnis startup belum menemui titik jenuh kendati banyak perusahaan rintisan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menjelaskan meskipun ramai berita PHK, masih banyak startup yang mendapatkan pendananaan baru terlebih mereka yang memiliki model bisnis terbaru.

“Misalnya startup cloud kitchen dan blockchain, market belum jenuh,” ujar Bhima, Jumat (24/6/2022).

Bhima juga mengatakan saat ini startup yang memiliki model bisnis blue ocean atau dalam artian belum banyak saingan dan bussines to bussines (B2B) di nilai lebih menarik investor untuk diberikan pendanaan karena tidak perlu membakar uang berlebih.

"Menurut saya, startup model seperti itu yang akan menarik perhatian modal ventura dalam maupun luar negeri,” jelasnya.

Dia berharap forum yang mempertemukan startup dengan modal ventura bisa mengkurasi perusahaan rintisan yang potensial dan memiliki manfaat bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, startup tersebut juga memilki visi yang panjang dan memiliki tim yang berkomitmen. Tidak jarang ketika startup diberikan pendanaan justru usahanya tidak berkelanjutan.

“Jadi sekarang lebih selektif saja, melihatnya uji kelayakan startup yang didanai itu jauh lebih ketat dibandingkan sinyal tech bubble,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk StartUp investasi startup
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top