Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Benarkah Sumber Kekayaan Nabi Sulaiman Ditemukan di Israel?

Wilayah Israel, Yordania, Palestina dan Mesir memang dikenal kaya akan sejarah kuno. Sebagian besar gurun di Israel memiliki artefak dari ratusan, serta ribuan tahun yang lalu.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  08:54 WIB
Benarkah Sumber Kekayaan Nabi Sulaiman Ditemukan di Israel?
Sumber Kekayaan Nabi Sulaiman Ditemukan Lembah Timna di Israel

Bisnis.com, JAKARTA - Arkeolog Israel meyakini telah menemukan sumber kekayaan legendaris nabi Sulaiman di Gurun Timna Israel.

Wilayah Israel, Yordania, Palestina dan Mesir memang dikenal kaya akan sejarah kuno. Sebagian besar gurun di Israel memiliki artefak dari ratusan, serta ribuan tahun yang lalu.

Temuan paling terkenal yakni serangkaian manuskrip dalam toples di Qumran pada pertengahan abad ke-20. Belakangan disebut Gulungan Laut Mati, perkamen-perkamen itu berisi literatur yang berasal dari abad kedelapan SM.

Sementara itu, Lembah Timna yang disebut-sebut sebagai sumber kekayaan nabi Sulaiman pada 3.000 tahun lalu, mulai digali arkeolog pada tahun 1964.

Sejak itu, para peneliti telah menemukan jaringan ranjau, yang diyakini telah dikerjakan di bawah pemerintahan nabi Sulaiman.

Profesor Erez Ben-Yosef, dari Universitas Tel Aviv, menyatakan bahwa produksi tembaga di lokasi tersebut sedang booming pada masa pemerintahan Salomo 3.000 tahun yang lalu.

"Ini adalah bukti yang sangat penting untuk produksi tembaga kuno di Timna."

Sementara tembaga saat ini menjadi komoditas umum, di zaman kuno, itu adalah salah satu logam yang paling dicari di Bumi.

"Tembaga, pada saat tertentu dalam sejarah, adalah sumber daya ekonomi yang paling penting. Ini adalah industri yang paling menguntungkan." paparnya dilansir dari Express.

Dr Mohammad Najjar, dari Friends of Archaeology of Jordan, menjelaskan bahwa logam tembaga saat itu mirip dengan minyak mentah saat ini.

Tembaga adalah jantung dari titik balik radikal dalam sejarah manusia. Untuk pertama kalinya, orang mengekstrak logam dari batu dan mengubahnya menjadi alat dan senjata.

Dr Najjar menggambarkan momen itu sebagai "lompatan kuantum".

Dia telah mempelajari proses tembaga kuno, dan menunjukkan pada film dokumenter bagaimana orang-orang Salomo akan mengerjakan tembaga alami yang ditemukan di gua-gua.

Melalui proses yang disebut peleburan, setelah ditambang, logam tersebut dipisahkan dari bijih alaminya di dalam batuan.

Bijih harus dipanaskan sampai 2.000 F°, dan untuk mencapai suhu seperti itu, pekerja harus terus menerus meniup api melalui pipa.

Butuh berjam-jam untuk mendapatkan komoditas yang dicari: tembaga dalam bentuknya yang murni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekayaan nabi muhammad
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top