Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendekatan Holistik untuk Capai Zero Environmental Impact

Pendiri dan direktur pelaksana Waste4Change Indonesia Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan studi terakhir yang dilakukan perusahaan menunjukkan bahwa pada 2019, Indonesia menghasilkan sekitar 175.000 ton sampah setiap harinya atau sekitar 14 persen atau 24.500 ton plastik per hari.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 April 2022  |  20:31 WIB
Ekonomi sirkular
Ekonomi sirkular

Bisnis.com, JAKARTA - Novo Nordisk Indonesia melaksanakan berbagai kegiatan, dalam upaya mencapai nol dampak untuk lingkungan (zero environmental impact).

Beberapa kegiatan yang dilakukan termasuk mengalihkan metode pengiriman produk, dari angkutan udara menjadi angkutan laut dan meluncurkan kampanye internal:  “Plastic Funtastic: Turning Your Plastic Waste into Something Fantastic,” yang mendorong karyawan mengurangi penggunaan plastik.

Perusahaan meyakini penerapan circular mindset merupakan hal yang baik bagi perusahaan dan lingkungan. Misalnya, Novo Nordisk menyadari bahwa pengiriman produk menghasilkan limbah CO2 yang cukup banyak sehingga Novo Nordisk memutuskan untuk beralih ke metode pengiriman melalui laut.

Novo Nordisk Indonesia Finance & Operations Director Rasmus Hansen menjelaskan, pengiriman udara merupakan pendorong utama pencemaran lingkungan karena menghasilkan 75 persen dari total emisi CO2 dalam distribusi produk.

"Dengan beralih ke metode pengiriman dengan angkutan laut, Novo Nordisk Indonesia berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon perusahaan dan dengan demikian selangkah lebih maju dalam mencapai zero environmental impact,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga mengadakan kampanye “Plastic Funtastic” yang menjadi bagian dari kegiatan TakeAction Novo Nordisk dan merupakan program sukarela yang melibatkan karyawan global Novo Nordisk untuk mendorong perubahan di bidang kesehatan, sosial, dan lingkungan.

Pendiri dan direktur pelaksana Waste4Change Indonesia Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan studi terakhir yang dilakukan perusahaan menunjukkan bahwa pada 2019, Indonesia menghasilkan sekitar 175.000 ton sampah setiap harinya atau sekitar 14 persen atau 24.500 ton plastik per hari. Sekitar 81 persen sampah di Indonesia juga tidak dipilah. Selain itu, kemasan isi ulang dan berbagai jenis plastik lunak akan dibuang dan menjadi sampah karena tidak dapat didaur ulang, tidak seperti botol dan sampah plastik keras yang lebih mudah didaur ulang.

Novo Nordisk Indonesia Market Access & Public Affairs Director Banarsono Trimandojo menambahkan mereka berhasil mengurangi 125 kilogram sampah plastik yang dibuang ke tempat pembuangan sampah atau bahkan ke laut dan sungai.

Rasmus juga menekankan, Novo Nordisk ingin menginspirasi masyarakat untuk fokus menjaga lingkungan serta melakukan bisnis melalui inisiatif global kami. Kami juga percaya bahwa terlibat dalam gerakan internasional merupakan satu-satunya cara untuk mencapai zero environmental impact.

Oleh karena itu, Novo Nordisk telah bergabung dengan the UN Sustainable Development Goals, Carbon Disclosure Project (atau CDP, organisasi nonprofit yang membantu investor, pelaku usaha, kota, pemerintah, dan wilayah memantau dan mengelola dampak lingkungan), RE100 (sebuah organisasi global yang menyatukan bisnis di dunia dan berkomitmen untuk menerapkan 100 persen tenaga listrik terbarukan), dan CE100 (platform global yang menyatukan perusahaan terkemuka, inovator, dan wilayah untuk mempercepat transisi ke ekonomi sirkular).”

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lingkungan lingkungan hidup
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top