Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perjalanan Carro di Indonesia, Dealer Mobkas yang Kini Punya Leasing dan Bank

CARRO menjadi contoh startup bervaluasi jumbo yang memiliki ketertarikan besar terhadap industri keuangan di Indonesia. Berawal dari platform jual-beli mobil bekas, jangan heran apabila unikorn ini nantinya mulai menghadirkan produk pembiayaan, bahkan asuransi kendaraan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 29 April 2022  |  07:57 WIB
Perjalanan Carro di Indonesia, Dealer Mobkas yang Kini Punya Leasing dan Bank
Carro Automall. - CARRO
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Platform jual-beli mobil bekas berbasis di Singapura, Carro (Trusty Cars Pte Ltd) semakin serius melebarkan sayapnya di Tanah Air, bahkan sampai berekspansi ke sektor finansial.

Sebagai informasi, Carro lahir sebagai perusahaan rintisan (startup) pada 2015. Carro langsung mengincar ekspansi ke Indonesia dan Thailand, terealisasi pada 2017. Setahun berlalu, platform berhasil meraup pendanaan Seri B senilai US$90 juta pada 2018.

Carro memanfaatkan dana segar tersebut untuk inovasi layanan dan mengakuisisi startup asal Indonesia bernama Jualo.com. Carro kemudian mendarat di Malaysia lewat investasi kepada startup MyTukar pada 2019. Terkini, Carro disebut telah bervaluasi unikorn sejak diguyur pendanaan Seri C senilai US$360 juta pada Juni 2021, dipimpin oleh SoftBank Vision Fund 2.

Co-founder Carro Aditya Lesmana mengakui bahwa pihaknya sudah sejak awal melihat tingginya kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kendaraan roda empat. Carro pun berupaya menjadi platform digital yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut sampai ke pelosok negeri.

"Terlebih, kami masih jarang melihat mobil bekas berkualitas di daerah luar pulau Jawa. Maka dari itu, kami punya Nationwide Delivery Service, melayani sampai pelosok daerah. Carro akan mengirimkan unit langsung ke depan rumah di belahan Indonesia mana pun dengan keamanan terjamin," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (28/4/2022).

Adapun, Carro menyadari bahwa membeli mobil juga merupakan keputusan besar dalam hidup seseorang, sehingga layanan tatap muka atau aktivitas fisik masih jadi kebutuhan. Artinya, platform digital tak bisa jadi satu-satunya andalan.

"Inilah kenapa di Indonesia kami juga memberikan layanan secara hybrid dengan membuka beberapa Automall yang tersebar di beberapa wilayah. Carro Automall dan Customer Experience Centre atau CEC kami sudah ada di Bekasi, Tangerang, Bogor, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Palembang," tambahnya.

Lewat Carro Automall dan CEC, konsumen dapat melihat lebih dari 200 unit mobil bekas bersertifikasi, melakukan test drive, dan mengakses detail informasi kendaraan. Misalnya, riwayat lengkap dari mobil tersebut, hasil inspeksi 160 titik yang bisa diakses melalui QR Code pada mobil, dan juga simulasi kredit kendaraan.

Terlebih, Aditya melihat dalam lanskap kepemilikan kendaraan pribadi, generasi milenial diperkirakan akan memimpin ledakan dalam beberapa bulan mendatang di seluruh dunia. Namun, tak semuanya tertarik ke mobil baru. Beberapa di antara mereka ada yang lebih memilih mobil bekas berkualitas.

Inilah kenapa Carro berupaya terus menghadirkan inovasi demi memahami kebutuhan generasi yang menyukai kemudahan, kepraktisan, dan kecepatan ini. Antara lain, layanan menjadwalkan test drive dari rumah, mengatur pengiriman mobil ke tempat tujuan, hingga memilih metode pembayaran seperti pembayaran elektronik atau digital. 

Terakhir, Carro baru-baru ini menjadi sorotan karena strateginya memasuki industri keuangan di Indonesia telah terungkap. Carro bersama platform teknologi finansial Funding Societies atau Grup Modalku baru saja berinvestasi di PT Bank Index Selindo (Bank Index) dengan nilai yang tidak disebutkan.

Dalam keterangan resmi, CEO Carro Indonesia Jeremy Ong menggambarkan bahwa strategi co-investment ini dipilih, karena bakal menjadi pintu gerbang membangun kapabilitas dan infrastruktur Carro dalam hal melayani pelanggan ekosistem otomotif, baik dalam hal pembelian, pembiayaan, asuransi, sampai terkait UMKM.

Pun Carro juga tercatat sebagai penyerap rights issue Allo Bank atau PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI). Carro masuk daftar bersama Bukalapak dan Grab. 

Selain itu, dalam lanskap industri keuangan non-bank (IKNB) sektor pembiayaan di Indonesia, Carro pun tercatat memiliki kepemilikan perusahaan multifinance atau leasing PT Sembrani Finance Indonesia. Perusahaan ini baru saja mendapat restu OJK untuk berganti nama pada awal tahun ini, dari sebelumnya PT Tirta Finance.

Aditya sendiri tidak berbicara banyak soal strategi Carro di industri keuangan. Namun, dirinya mengakui telah melihat kilap peluang kebutuhan kredit mobil bekas di Indonesia semakin menyilaukan.

"Dukungan dari perusahaan multifinance di Carro itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kami memiliki produk cicilan sendiri menggandeng Sembrani Finance Indonesia, dengan harapan meningkatkan customer experience. Pilihan pembayaran yang beragam akan membuat konsumen lebih nyaman dalam memilih opsi pembayaran yang paling sesuai," jelasnya.

Saat ini, Carro pun telah menawarkan berbagai macam pilihan layanan pembiayaan, lewat kerja sama dengan lebih dari 50 layanan pembiayaan yang ada di Indonesia.

"Kami selalu terbuka untuk kolaborasi di berbagai hal, tidak terkecuali dengan kolaborasi layanan pembiayaan. Karena kami percaya semua pilihan itu harus berada di tangan konsumen. Tugas kami adalah menyediakan pilihan tersebut agar pelanggan mendapat pengalaman transaksi yang terbaik," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp bank index PT Carro Indonesia Allo Bank
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top