Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China akan Bangun Sistem Pertahanan Asteroid untuk Selamatkan Bumi

Uji coba sistem pertahanan asteroid oleh China akan diterapkan pada asteroid yang mengancam dengan melacak dan menyerangnya secara dekat untuk mengubah orbitnya,
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 April 2022  |  10:11 WIB
Asteroid apophis
Asteroid apophis

Bisnis.com, JAKARTA - China berencana membangun sistem pemantauan dan pertahanan asteroid, dan berencana untuk melakukan percobaan teknis pada awal 2025.

Uji coba akan diterapkan pada asteroid yang mengancam dengan melacak dan menyerangnya secara dekat untuk mengubah orbitnya, wakil kepala Badan Antariksa Nasional China (CNSA) Wu Yanhua mengungkapkan pada Hari Luar Angkasa China tahun ini, dilansir dari Global Times.

Para ahli mencatat bahwa sistem pertahanan asteroid China dapat menjadi suplemen penting dalam mengatasi ancaman asteroid yang menghantam Bumi, dan ini adalah solusi praktis lain yang diusulkan China untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

China akan melanjutkan untuk membangun sistem pemantauan dan pertahanan asteroid dekat Bumi untuk menghadapi ancaman dampak asteroid pada pesawat ruang angkasa, dan berkontribusi untuk melindungi keselamatan Bumi dan umat manusia, kata Wu.

Sistem pemantauan dan peringatan berbasis darat dan luar angkasa untuk asteroid akan dibuat untuk membuat katalog dan menganalisis asteroid yang menimbulkan ancaman bagi aktivitas luar angkasa umat manusia, dan kemudian teknologi dan rekayasa yang relevan akan dikembangkan untuk menghilangkan ancaman tersebut.

Wu mengatakan sedang mengembangkan perangkat lunak simulasi untuk kemungkinan dampak dari asteroid dekat Bumi dan akan mengatur latihan untuk proses pertahanan guna mengatasi ancaman bersama dan memikul tanggung jawab sebagai kekuatan global utama dalam menjaga Bumi dengan negara lain. .

Salah satu sumber mengungkapkan bahwa sistem saat ini berada pada fase pendirian proyek dan sedang ditinjau untuk persetujuan, yang melibatkan koordinasi erat dari beberapa departemen.

Song Zhongping, seorang ahli militer dan pengamat luar angkasa, mengatakan bahwa saat ini AS dan Rusia juga sedang membangun sistem pemantauan asteroid, dan sistem pertahanan China dapat menjadi suplemen penting dalam mengatasi ancaman asteroid yang menghantam Bumi.

"Ini adalah solusi praktis lain yang diusulkan China untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, dan merupakan tugas bagi kekuatan luar angkasa utama untuk melindungi umat manusia dari kemungkinan bencana yang dapat mengakhiri seluruh peradaban manusia," kata Song.

"Dengan melihat kawah tumbukan dengan berbagai ukuran di bulan, jelas bahwa tumbukan asteroid bukanlah hal yang tidak biasa atau tidak realistis bagi kita umat manusia," Li Mingtao, profesor di Pusat Sains Antariksa Nasional di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China, mengatakan kepada Global Times pada hari Minggu.

Insiden tumbukan asteroid terbaru terjadi pada 2013 di Chelyabinsk Rusia, ketika asteroid dekat Bumi berdiameter sekitar 18 meter memasuki atmosfer dan meledak 30 kilometer di atas tanah. Kekuatannya setara dengan sekitar 30 bom atom, yang menyebabkan lebih dari 1.500 orang terluka dan merusak lebih dari 3.000 rumah.

Pihak berwenang Rusia kemudian mengkonfirmasi sebuah meteor telah menghantam Rusia dan mengatakan itu membuktikan bahwa seluruh planet ini rentan terhadap meteor, dan sistem penjaga ruang diperlukan untuk melindungi planet ini dari objek serupa di masa depan.

Saat ini, langkah paling praktis untuk menghindari dampak seperti itu adalah dengan menabrak asteroid yang mengancam dan mengubah arah aslinya, kata Li.

Untuk mencapai ini, China akan membutuhkan roket pembawa dengan daya dorong yang sangat besar, dan itu akan menempatkan China di garis depan teknologi pertahanan asteroid dunia, kata para ahli.

AS sedang mengembangkan Uji Pengalihan Asteroid Ganda. Diluncurkan dari Bumi pada November 2021, misi tersebut akan dengan sengaja menabrakkan wahana antariksa ke bulan planet kecil Dimorphos dari asteroid ganda Didymos untuk menilai potensi masa depan dampak pesawat ruang angkasa untuk membelokkan asteroid pada jalur tabrakan dengan Bumi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi china asteroid
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top