Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apakah Digitalisasi Masih Butuh 3G? Ini Jawaban Kemenkominfo

Sejumlah operator seluler mulai memadamkan jaringan 3G secara bertahap. Tetapi, masih banyak pertanyaan yang mengemuka terkait kegunaan jaringan tersebut terhadap digitalisasi di Indonesia.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 16 Maret 2022  |  16:13 WIB
Apakah Digitalisasi Masih Butuh 3G? Ini Jawaban Kemenkominfo
Ilustrasi jaringan internet 3G, 4G, dan 5G - freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Jaringan 3G sudah mulai dipadamkan secara bertahap. Tetapi banyak yang mempertanyakan apakah jaringan tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi untuk mendukung digitalisasi terutama di era pandemi Covid-19.

Menjawab hal itu, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Dan Informatika Kemenkominfo Ismail mengatakan konektivitas adalah suatu hal yang sangat penting dan dibutuhkan agar masyarakat tetap bisa terus beraktivitas.

Dengan begitu, konektivitas merupakan suatu hal yang sangat mutlak dibutuhkan agar seluruh masyarakat di Indonesia mempunyai potensi dan ruang yang sama untuk bisa terhubung ke dunia digital.

"Saat ini jaringan yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah jaringan broadband, jaringan pita lebar yang dapat menyalurkan informasi dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi," kata Ismail dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (16/3/2022).

Menurutnya, dalam konteks mobile network, maka setidaknya jaringan teknologi yang ada di Indonesia adalah dalam bentuk 4G atau bahkan 5G. Mengenai apakah 3G ataupun 2G masih dibutuhkan, Ismail menyebut bisa dilihat dari beberapa sisi.

Pertama, ujarnya, yang jadi permasalahan adalah ketika operator melakukan layanannya secara paralel terhadap beberapa macam teknologi (misalnya 3G dan 4G), maka dibutuhkan tambahan sumber daya. Tidak hanya dari konteks jaringan tapi juga manusia dan ekosistem yang harus disiapkan.

"Jadi secara tidak langsung mengoperasikan dua atau tiga jenis teknologi secara bersamaan membutuhkan cost dan biaya yang lebih besar," ucap Ismail.

Kemudian aspek kedua, sambung dia, adalah spektrum frekuensi. Saat ini Kemenkominfo sudah menetapkan untuk teknologi seluler itu menggunakan teknologi netral. Artinya, operator diberi kebebasan dan keleluasaan untuk memilih sendiri teknologi apa yang digunakan untuk melayani masyarakat.

Namun, lanjut Ismail, sebagai sumber daya yang terbatas, spektrum frekuensi ini harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Operator akan membutuhkan spektrum frekuensi yang lebih lebar dan besar untuk layanannya.

"Ketika dijalankan serentak antara 3G dan 4G maka ini akan menambah beban baru bagi operator. Artinya dalam konteks spektrum frekuensi yang sudah terbatas ini masih harus dibagi dengan berbagai macam teknologi," tuturnya.

Lebih lanjut dia menambahkan saat ini masyarakat tidak akan berpikir terkait teknologi karena yang terpenting adalah layanan, di mana saja, bagaimana kualitasnya, dan harga yang terjangkau.

"Mereka tidak mempertanyakan ini 3G, 4G, atau 5G, yang penting ketiga aspek itu terpenuhi," imbuh Ismail.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet 3g kemenkominfo operator seluler
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top