Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lamudi Akui Insentif PPN Pemerintah Efektif Kerek Minat Pencarian Properti hingga 28 Persen

Semenjak diberlakukannya insentif PPN, Lamudi.co.id mencatat pertumbuhan minat pembelian hingga 28 persen di semester II/2021 dibandingkan semester I/2021.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  07:54 WIB
Portal jual beli properti online Lamudi
Portal jual beli properti online Lamudi

Bisnis.com, JAKARTA - Lamudi.co.id menyambut positif atas diperpanjangnya insentif pajak pertambahan nilai atau  PPN di bawah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 103/PMK.010/2021 hingga Juli 2022.

Insentif ini diklaim oleh Lamudi sebagai upaya pemerintah menaruh perhatian besar pada pemulihan sektor properti yang sempat terdampak oleh pandemi pada awal tahun 2020 hingga 2021.

Perubahan insentif PPN tersebut berupa subsidi PPN 50 persen untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun baru dibawah harga Rp2 miliar dan insentif PPN 25 persen untuk rumah baru diatas Rp2 miliar.

CEO Lamudi.co.id Mart Polman menyebut, insentif ini merupakan sebuah itikad baik dari pemerintah Indonesia untuk mendukung pertumbuhan sektor properti yang merupakan komponen besar dari pendapatan negara.

“Sektor properti pada 2020 tercatat memberikan sumbangsih sebesar Rp324,3 triliun atau 3,02 persen pada pendapatan negara, sehingga langkah untuk memperpanjang insentif ini memiliki dampak yang cukup besar pada bisnis Lamudi.co.id dalam meningkatkan minat pembelian properti pada platform kami,” ujarnya, Senin (21/2/2022).

Semenjak diberlakukannya insentif PPN, Lamudi.co.id mencatat pertumbuhan minat pembelian hingga 28 persen di semester II/2021 dibandingkan semester I/2021.

Angka ini juga sejalan dengan laporan pemerintah yang menyatakan bahwa insentif pajak berpengaruh terhadap meningkatnya permintaan terhadap KPR pada kuartal tiga tahun 2021.

Data dari Lamudi.co.id mencatat sekitar 73,8 persen pengguna platform masih memilih opsi pembelian properti melalui KPR. Angka ini menunjukan mayoritas pencari properti sangat bergantung kepada adanya akses terhadap pendanaan sebelum menentukan untuk pembelian properti dan bahwa insentif dari pemerintah yang dapat memberikan keringanan harga terhadap pembelian properti memiliki dampak yang positif.

Mart mengatakan, insentif pemerintah yang diberlakukan tahun lalu tergolong cukup efektif dikarenakan angka minat pembelian properti yang mengalami peningkatan.

“Dengan adanya peningkatan minat pembelian properti pada Lamudi.co.id pada tahun lalu setelah insentif PPN diberlakukan, kami optimis bahwa perpanjangan kebijakan ini dapat terus meningkatkan angka minat pembelian properti yang akan berdampak pada akselerasi pemulihan sektor properti nasional,” tutur Mart.

Mart juga mengatakan Lamudi.co.id terus berupaya untuk mempermudah akses terhadap sumber pendanaan untuk pembelian properti untuk dapat lebih menjangkau pengguna.

Sebagai layanan PropTech di Indonesia, Lamudi.co.id telah bermitra dengan lebih dari 400 developer ternama dan menjalin kerja sama dengan lebih dari sepuluh bank untuk memastikan 4,5 juta pengunjung mendapatkan pilihan rumah yang lengkap dengan lebih dari 1,35 juta listing properti tersedia setiap bulannya, dan akses pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan semua pencari properti.

“Kami juga tengah meningkatkan kerja sama kami dengan berbagai bank besar di tanah air agar pengguna kami dapat menentukan metode pembayaran yang sesuai,” kata Mart.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah ppn lamudi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top