Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mitos-mitos Seputar Fenomena Hari Tanpa Bayangan

Berikut beberapa mitos seputar hari tanpa bayangan menurut peneliti BRIN Andi Pangerang seperti dikutip dari laman BRIN
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Februari 2022  |  16:28 WIB
Mitos-mitos Seputar Fenomena Hari Tanpa Bayangan
Ilustrasi bayangan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Saat sinar Matahari datang tegak lurus permukaan Bumi, intensitas penyinaran/radiasi Matahari akan maksimum.

Hal ini, akan membuat fenomena hari tanpa bayangan. Di Indonesia, fenomena ini akan terjadi pada 21 Februari hingga 5 Maret 2022 mendatang.

Namun, banyak mitos-mitos di balik hari tanpa bayangan ini, yang sebenarnya tidaklah tepat.

Berikut beberapa mitos seputar hari tanpa bayangan menurut peneliti BRIN Andi Pangerang seperti dikutip dari laman BRIN :

1. Suhu permukaan bumi naik

Pada saat fenomena hari tanpa bayangan terjadi, tidak serta memengaruhi kenaikan suhu di permukaan Bumi saat tengah hari bagi wilayah mengalami hari tanpa bayangan.

Hal ini dikarenakan kenaikan suhu tidak hanya dipengaruhi oleh sudut penyinaran, melainkan juga dipengaruhi oleh tutupan awan, kadar kelembaban dan jumlah bibit awan hujan. Semakin kecil tutupan awan, kadar kelembaban dan bibit awan hujan di wilayah tersebut, maka suhu permukaan Bumi akan maksimum saat tengah hari. Selain itu, jarak Bumi-Matahari juga sedikit berperan dalam kenaikan dan penurunan suhu rata-rata permukaan Bumi meskipun hanya 2,4°C.

2. Menegakkan telur saat ekuinoks dan hari tanpa bayangan

Selain salah kaprah meningkatnya suhu saat hari tanpa bayangan, ada juga salah kaprah mengenai menegakkan telur baik saat ekuinoks maupun hari tanpa bayangan Matahari.

Secara fisis, gaya pasang surut/kuncian yang diakibatkan oleh Matahari memang bernilai maksimum saat sinar Matahari tegak lurus permukaan Bumi yang mengalami hari tanpa bayangan Matahari. Sementara itu, bagian di dalam cangkang telur seperti kuning telur dan putir telur tersusun dari larutan suspensi yang merupakan campuran antara air dan protein.

Akan tetapi, gaya pasang surut hanya memengaruhi secara signifikan terhadap zat cair yang bermassa cukup besar seperti samudera di permukaan Bumi (massa samudera Bumi sekitar 1,35 kuintiliun (1018) ton). Hal ini dikarenakan besarnya gaya pasang surut dari Matahari terhadap Bumi yang dialami benda bermassa 1 kg hanya sekitar seperduapuluh juta gaya gravitasi yang dialami benda yang bermassa sama.

Sedangkan massa satu butir telur (termasuk cangkang) sekitar seperenambelas kg (62,5 gram). Jika massa cangkang telur sekitar 10% dari keseluruhan massa telur, maka massa telur tanpa cangkang sekitar 56,2 gram. Sehingga, gaya pasang surut yang dialami telur tidak dialami secara signifikan.

Menegakkan telur sebenarnya dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu ekuinoks (bagi pengamat di ekuator) maupun hari tanpa bayangan Matahari, selama permukaan yang digunakan untuk menegakkan terus terdapat sedikit cekungan kecil sehingga dapat menopang ujung telur yang bulat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top