Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Itu Deepfake? Bagaimana Cara Mengenalinya?

Biasanya, video deepfake menunjukkan orang dengan mata terbuka. Mulanya, algoritma AI tidak dilengkapi dengan deep learning berkedip.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  14:12 WIB
Apa Itu Deepfake? Bagaimana Cara Mengenalinya?
Video deepfake semakin banyak beredar di internet. - Thenewspaperworks
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Baru-baru ini internet dihebohkan oleh video palsu yang diduga mirip dengan Nagita Slavina. Video tersebut merupakan bukti deepfake yang kian merajalela.

Deepfake menggunakan bentuk kecerdasan buatan yang disebut deep learning untuk membuat gambar peristiwa palsu, oleh karena itu dinamakan deepfake. 

Pada dasarnya, teknologi deepfake digunakan dalam proses produksi industri film professional untuk kembali menghadirkan tokoh film yang tak lagi hidup, seperti dalam film Rogue One: A Star Wars Story. Yang kembali menghadirkan sosok Peter Cushing secara digital.

Perusahaan AI Deeptrace menemukan 15.000 video deepfake online pada September 2019 dan kian meningkat hampir dua kali lipat selama sembilan bulan. Namun dalam praktiknya, banyak oknum deepfake yang menyalah gunakan kemampuannya tersebut dengan memproduksi video-video tak bertanggung jawab.

Mengutip dari The Guardian, Selasa (18/1/2022), Danielle Citron, seorang profesor hukum di Universitas Boston mengatakan, “Teknologi palsu sedang dipersenjatai untuk melawan wanita.” 

Bagaimana Deepfake Video Dibuat?

Ada beberapa langkah untuk membuat video face-swap. Pertama, Anda perlu menjalankan ribuan pemotretan wajah dari dua orang melalui algoritma Artificial Intellegence yang disebut encoder. Encoder menemukan dan mempelajari kesamaan antara dua wajah, dan mereduksinya menjadi fitur umum bersama, mengompresi gambar dalam prosesnya. Algoritme Artificial Intellegence kedua yang disebut dekoder kemudian diajarkan untuk memulihkan wajah dari gambar yang dikompresi.

Teknologi apa yang Anda butuhkan?

Kenyataanya, sulit untuk membuat deepfake yang bagus di komputer dengan spek standar. Sebagian besar deepfake dibuat di desktop kelas atas dengan kartu grafis yang kuat dan didukung dengan daya komputasi di cloud.

Penggunaan perangkat tersebut akan mengurangi waktu pemrosesan rendering video. Namun, memang dibutuhkan keahlian juga, paling tidak untuk menyempurnakan video yang sudah selesai untuk mengurangi kedipan dan cacat visual lainnya.

Bagaimana cara mengenali deepfake?

Pada tahun 2018, peneliti AS menemukan bahwa wajah deepfake tidak berkedip secara normal. Biasanya, video deepfake menunjukkan orang dengan mata terbuka. Mulanya, algoritma AI tidak dilengkapi dengan deep learning berkedip. Hingga akhirnya, kemajuan teknologi menghasilkan vidio deepfake muncul dengan berkedip.  Sehingga Anda harus jeli memperhatikan kedipan di sekitar tepi wajah yang ditransposisikan

Selain itu detail halus, seperti rambut, sangat sulit untuk dibuat dengan baik oleh deepfake, terutama jika untaian terlihat di pinggiran. Perhiasan dan gigi yang dirender dengan buruk juga bisa menjadi hint seperti halnya efek pencahayaan yang aneh, seperti pencahayaan yang tidak konsisten dan pantulan pada iris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

video konten video Nagita Slavina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top