Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengintip Inovasi Tempat Tidur Daur Ulang, Mampu Topang Berat hingga 200 Kilogram

Inovasi tempat tidur daur ulang ini dibuat atas kerja sama 62 organisasi bergabung untuk meluncurkan proyek “Bersatu untuk Melawan Covid: Mengubah Kertas Bekas Menjadi Tempat Tidur Rumah Sakit Lapangan SCGP
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 November 2021  |  19:05 WIB
Tempat tidur daur ulang
Tempat tidur daur ulang

Bisnis.com, JAKARTA - Di masa pandemi, PT Siam Cement Group membuat inovasi tempat tidur daur ulang untuk membantu pasien covid-19 termasuk di Indonesia.

Inovasi ini dibuat oleh anak perusahaan SCG yakni SCGP dengan nama Paper Field Hospital Bed. 

Tempat tidur ini dirancang khusus untuk mengatasi kelangkaan tempat tidur di rumah sakit. Tempat tidur ini terbuat dari kertas daur ulang, dapat digunakan selama 1 tahun, dan menopang hingga 200 kg secara horizontal. 

Kontribusi ini diberikan melalui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Sukabumi, Gresik, dan Karawang. Untuk mengetahui kontribusi SCG #PeduliBersama lawan COVID-19.

Selain inovasi tempat tidur daur ulang itu, SCG mendonasikan tabung oksigen, dan oxygen concentrator.

Inovasi tempat tidur daur ulang ini dibuat atas kerja sama 62 organisasi bergabung untuk meluncurkan proyek “Bersatu untuk Melawan Covid: Mengubah Kertas Bekas Menjadi Tempat Tidur Rumah Sakit Lapangan SCGP” untuk mengkampanyekan konsumen untuk peduli terhadap lingkungan dan menjadi bagian dari proyek dengan mengirimkan barang bekas kotak kertas untuk didaur ulang dan digunakan kembali sesuai dengan Circular Economy.

Wichan Jitpukdee, Chief Executive Officer, SCG Packaging Public Company Limited, SCGP, melaporkan bahwa perusahaan telah terlibat dalam upaya kerjasama sebagai salah satu dari 62 organisasi dalam meluncurkan “Bersatu untuk Melawan Covid: Mengubah Kertas Bekas Menjadi Rumah Sakit Lapangan Kertas SCGP Proyek Ranjang dalam kampanye untuk mendorong konsumen menjaga lingkungan dengan baik.

Proyek ini bertujuan untuk mendidik dan menciptakan pemahaman tentang penggunaan dan pengelolaan bahan kertas sisa agar dapat digunakan kembali. Ini termasuk mendaur ulang bahan-bahan menjadi “tempat tidur rumah sakit lapangan SCGP”, sebuah desain kreatif untuk inovasi sosial, yang telah dikembangkan untuk membantu mereka yang menderita Covid-19 dan untuk mendukung pekerjaan tenaga kesehatan. Pengumpulan materi dijadwalkan berlangsung dari 28 April hingga 31 Mei.

“Wabah Covid-19 yang baru telah menciptakan kekurangan tempat tidur rumah sakit dan menyebabkan pendirian rumah sakit lapangan di berbagai daerah, dan sebagai hasilnya menciptakan kebutuhan akan tempat tidur lapangan dalam jumlah besar. Untuk alasan ini, SCGP telah merancang 'tempat tidur rumah sakit lapangan kertas SCGP' yang terbuat dari kertas daur ulang 100% yang beratnya hanya 14 kilogram dan dapat dengan mudah dan cepat dirakit dan dipasang. Tempat tidur dapat menahan berat horizontal 100 kg," ujarnya dikutip dari laman resminya.

“Namun, permintaan yang konstan telah menyebabkan 62 organisasi bergandengan tangan untuk mendirikan stasiun untuk mengumpulkan kotak kertas bekas untuk didaur ulang ke tempat tidur rumah sakit lapangan SCGP,” kata Wichan. Setiap orang yang ingin berpartisipasi dalam proyek ini dapat menyimpan kotak kertas bekas atau bekas mereka di stasiun pengumpulan yang didirikan oleh 62 mitra yang berpartisipasi. SCGP akan mengumpulkannya untuk didaur ulang dan diproduksi sebagai tempat tidur rumah sakit lapangan SCGP untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Sementara itu, khusus untuk SCG di Indonesia, total aset SCG di Indonesia pada Q3/2021 adalah Rp51,44 triliun (US$3,60 miliar), meningkat 27% y-o-y terutama dari bisnis kemasan dan bahan kimia. Perusahaan melaporkan Pendapatan dari Penjualan Q3/2021 sebesar Rp5,56 triliun (US$388 juta), meningkat 65% y-o-y terutama dari bisnis kemasan (FajarPaper dan Intan Group), bisnis semen dan bahan bangunan (PT Kokoh Inti Arebama Tbk), dan penjualan ekspor dari Thailand.

Roongrote Rangsiyopash, Presiden dan CEO SCG mengatakan posisi keuangan SCG tetap kuat meskipun ada penurunan laba sebagai akibat dari pembatasan wilayah serta biaya bahan bakar dan bahan baku yang lebih tinggi. SCG telah memperkuat prinsip ESG untuk mempersiapkan kemungkinan biaya bahan bakar dan bahan baku yang semakin tinggi dan inflasi yang lebih kuat, yang diproyeksikan di masa depan.

"Untuk menjawab tantangan ini, SCG telah mempercepat manajemen risiko dengan menandatangani kontrak bahan bakar masa depan, memilih bahan baku yang sesuai dengan kondisi pasar, dan meningkatkan proporsi energi alternatif. Dalam delapan bulan pertama tahun 2021, proporsi penggunaan biomassa dari limbah pertanian dan RDF adalah 12% (biomassa bisnis CBM dan penggunaan RDF hingga 25) serta energi surya menyumbang 3% atau 77.744 megawatt/jam.” paparnya.

Diharapkan setelah tidak adanya pembatasan wilayah, daya beli akan kembali dikarenakan bisnis dan konsumen beradaptasi hidup berdampingan dengan COVID-19. Hal ini akan menjadi tanda pemulihan ekonomi global dan domestik yang sehat. SCG bersiap untuk meraih peluang pertumbuhan jangka panjang melalui produk hijau dan kesehatan seperti SCG Green Choice, yang mengurangi penggunaan sumber daya alam sekaligus menghemat energi dan mendukung pola hidup bersih dan sehat, serta CPAC Green Solution, yang menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan kecepatan konstruksi, mengurangi polusi debu, dan mengurangi limbah konstruksi. Selanjutnya, terus berinvestasi dalam bisnis ramah lingkungan, seperti produksi bioplastik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inovasi teknologi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top