Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemain Startup Dituntut Peduli Isu Lingkungan, Ini Alasannya

Pemodal ventura menilai para pemain startup dituntut untuk peduli terhadap isu lingkungan agar tidak ditinggalkan oleh konsumennya.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  20:36 WIB
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku modal ventura melihat adanya peningkatan tren startup terkait dengan ekonomi hijau beberapa tahun terakhir. Terlebih, masyarakat global yang semakin peduli terhadap isu-isu lingkungan.

Menurut Co-Founder sekaligus Managing Partner Ideosource dan Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani, para pemain startup dituntut oleh masyarakat dan pemerhati lingkungan untuk terlibat dalam penanganan isu-isu lingkungan seperti perubahan iklim, pengurangan emisi karbon, dan pengelolaan sampah.

"Mau tidak mau perusahaan biasanya akan berupaya untuk terlihat berkontribusi pada lingkungan. Jika tidak mereka terancam ditinggal konsumen," ujar Edward pada Bisnis.com, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya startup besar seperti Gojek dan Grab akan berusaha untuk terlihat peduli pada lingkungan. Terkait secara aktual mereka benar-benar terlibat hal itu dapat dibuktikan di lapangan.

Menurut Edward ekonomi hijau dapat ditempuh secara bertahap sehingga bisa jadi tidak langsung menyentuh ke persoalan lingkungan. Baginya menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak adalah bagian dari tahap awal ekonomi hijau.

Dia mengatakan tahap selanjutnya dapat langsung menyentuh ke isu lingkungan seperti penggunaan motor listrik. Dengan itu, justru akan tercipta kerja sama baru antara produsen motor listrik dengan Grab atau Gojek.

Selanjutnya, kata dia, produsen motor listrik dapat menggandeng Gojek atau Grab untuk menyediakan subsidi serta cicilan ringan bagi para driver kedua startup tersebut untuk dapat memiliki motor listrik.

"Ekosistemnya ada, produsen diringankan karena ada pasar, yaitu para drive ojol. Para driver juga dapat menggunakan motor dengan biaya lebih murah dan ramah lingkungan," ungkapnya.

Namun, imbuhnya, salah satu kendala yang dihadapi ketika merambah ekonomi hijau dari sisi komersial adalah layanan atau produk yang diciptakan belum tentu bertahan dan berkelanjutan. Terkadang kala para pelaku dan investor harus siap mengucurkan dana yang belum tentu cukup membuat produk atau layanan tersebut terus berkelanjutan.

Walaupun demikian, terkait Gojek dan Grab dia yakin model bisnis yang ada akan mampu bertahan dan berkelanjutan. Baginya ekonomi hijau sudah seharusnya bersifat berkelanjutan.

Terkait regulasi pemerintah terkait pajak karbon, menurut Edward ekonomi hijau justru akan menguntungkan karena dengan berkurangnya emisi karbon maka akan mengurangi pajak karbon dan justru membuka peluang untuk memperoleh insentif.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lingkungan StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top