Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ternyata Ini Alasan Makin Banyak Investor Berinvestasi ke Startup

Ada beberapa hal yang mendorong investor untuk menanamkan modalnya ke para startup
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 23 Oktober 2021  |  10:49 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa tahun terakhir ini makin banyak investor yang tertarik menyuntikkan dananya ke perusahaan startup.

Saat Prihartono, Country Director (Indonesia) Trusting Social mengatakan ada beberapa hal yang mendorong investor untuk menanamkan modalnya ke para startup.

Terlebih di masa pandemi ini ketika proses digitalisasi makin terakselerasi dengan cepat sehingga kebutuhan masyarakat akan pemanfaatan teknologi kian besar. Hal ini ikut mempengaruhi consumen behavior yang kini makin melek dengan dunia digital.

"Nah, startup-startup digital ini yang kemudian memfasilitasi berbagai kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi melalui berbagai inovasi yang mereka kembangkan," ujarnya dalam jumpa pers virtual Expo Day 9.0 oleh GK-Plug and Play.

Tentu saja hal ini menjadi prospek yang menarik bagi para investor sehingga banyak diantara mereka yang kemudian masuk dan menanamkan modalnya ke startup digital.

Apalagi pangsa pasar digital di Indonesia sangat besar. Berdasarkan data dari internetworldstats, pengguna internet Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa pada Maret 2021, sekaligus menjadi pengguna internet terbanyak ketiga di Asia.

Sementara itu, dalam laporan AppAnnie, pengguna ponsel Android asal Indonesia menduduki peringkat dua sebagai negara paling lama dalam membuka aplikasi di kuartal dua 2021 dengan rata-rata perhari membuka aplikasi di ponsel pintar sampai 5,3 jam.  Tingkat pemakaian aplikasi di Indonesia meningkat 35 persen dibandingkan kuartal II 2019 silam.

"Dengan pasar yang besar tersebut, dan didukung inovasi dari perusahaan startup yang makin menarik menjadikan ini sebagai target investasi yang menarik dan potensi untuk para investor," tuturnya.

Untuk lebih meningkatkan inovasi dan daya saing dari perusahaan startup di Indonesia, GK - Plug and Play kembali menggelar EXPO DAY 9.0. Terdapat sekitar 19 startup binaan yang telah menyelesaikan program akselerator batch ke-9 selama 3 bulan.

Di dalam EXPO DAY ini para startup terpilih akan memaparkan solusi inovatif dan kapabilitas mereka kepada para pemangku kepentingan, seperti regulator, investor, dan korporasi.

Wesley Harjono Managing Partner GK Plug and Play menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi growth dan inovasi berbasis teknologi guna makin mendorong spirit berdaya dari para startup binaan.

“EXPO DAY bukan hanya ajang untuk memamerkan popularitas saja. Kegiatan ini teramat penting karena menjadi pembuktian nyata peran bersinergi yang dipikul oleh GK - Plug and Play dalam menyediakan sebuah platform dengan manfaat untuk membuka wawasan dan cakrawala korporasi, investor dan regulator”.

Sebagai bagian dari program akselerator, GK - Plug and Play membukakan akses eksklusif kepada startup-startup binaan ke jaringan korporasi, peluang pendanaan, sesi bimbingan dengan mentor berkualitas, eksposur ke media nasional, dan berbagai macam pelatihan yang advanced.

“Ke-19 startup binaan tahun ini sungguh menggambarkan advancement bangsa Indonesia, terutama para pemuda dan pemudi founders dalam menganalisa pain points dan menghadirkan jajaran solusi cerdas demi meningkatkan kualitas dan efisiensi hidup," ujarnya.

Anggita Ludmila, VP of Corporate Innovation, GK - Plug and Play menyoroti beberapa keunikan dari startup binaan EXPO 9.0 yang berbeda dari batch sebelumnya.

Menurutnya, sebagian besar startup binaan yang berhasil lolos ke EXPO DAY memiliki sebuah karakteristik yang unik, yaitu founder yang peduli dengan isu alam, lingkungan, dan berbagai permasalahan sosial.

"Selain itu, para founder pun sudah mengerti bahwa instead of solving tons of issues, they just focus on solving one fundamental problem and be very good at it," ujarnya.

Hal ini menandakan adanya pendewasaan karakter dari para founder. Tidak hanya itu dia juga cenderung melihat bahwa pandemi menjadi pembelajaran bagi para founder dalam pivot solusi yang ditawarkan dan konsep bisnis mereka, sehingga semakin tanggap menjawab berbagai isu kompleks korporasi di tengah pandemi yang telah berjalan hampir 2 tahun ini.

 



Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor StartUp
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top